Kompas.com - 21/01/2020, 12:31 WIB
Katak berkantung bertanduk Brian Gratwicke/WikipediaKatak berkantung bertanduk

KOMPAS.com - Jika Anda tinggal di pedesaan, atau jauh dari hiruk pikuk kendaraan, Anda mungkin bisa mendengar suara katak usai hujan.

Sangat nyaring bunyinya, hingga kadang kita berpikir, ke mana perginya katak saat hari tak hujan? Kenapa suara katak hanya terdengar usai hujan?

Alasannya sebenarnya sederhana. Suara katak dan hujan, ada hubungannya dengan waktu kawin yang tepat.

Katak jantan mengeluarkan suara nyaring usai hujan karena mereka tengah menarik perhatian betina.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Berapa Berat Mangsa yang Bisa Dibawa Elang?

Hujan menciptakan kondisi optimal bagi betina untuk bertelur di kolam.

Selain itu, ini juga karena katak suka dengan cuaca yang lembab dan dingin.

Setelah hujan, kelembaban lingkungan akan meningkat. Selain itu, awan mendung membuat menjadi gelap, dingin. Dan inilah yang disukai para amfibi.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa katak bersuara usai hujan:

1. Musim kawin

Kemungkinan besar, saat Anda mendengar suara kodok bernyanyi usai hujan, itu disebabkan oleh musim kawin mereka.

Seperti disebutkan di atas, katak jantan bernyanyi dengan suara nyaring untuk menarik perhatian betina.

Katak memiliki sistem kawin yang aneh. Perkawinan mereka dipicu oleh kenaikan suhu, lingkungan dengan lebih banyak air dan lebih banyak makanan.

2. Makanan lebih berlimpah

Masih berkaitan dengan poin pertama, banyaknya makanan menjadi salah satu faktor pemicu katak kawin.

Saat musim hujan, ada banyak makanan untuk katak.

Hujan membuat serangga keluar dari sarang dan cacing muncul ke permukaan.

Cacing tanah dan serangga inilah yang menjadi sasaran empuk katak lapar.

3. Katak suka lingkungan lembab

Meski termasuk hewan amfibi, katak lebih suka berendam di dalam air atau berada di sekitar air. Hal yang sama juga dilakukan kodok.

Nah ketika hujan turun, genangan akan muncul dan kadar air di udara meningkat.

Saat inilah katak akan keluar dari sarang dan bernyanyi sepuas mereka, atau sampai menemukan pasangan.

Beberapa spesies, seperti katak panah beracun membutuhkan kelembaban relatif lebih tinggi, sekitar 80 persen.

Terlepas dari spesiesnya, katak dan kodok menikmati berada di lingkungan lembab dan mereka menunjukkannya lewat suara nyaring.

Baca juga: Serba-serbi Hewan: Begini Cara Bayi Panda Memanjat, Dibantu Kepala

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.