Kompas.com - 21/01/2020, 09:24 WIB
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. AFP/NOEL CELISSeorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.

KOMPAS.com - Pemerintah China mengkonfirmasi bahwa corona virus jenis baru yang telah menginfeksi lebih dari 200 orang Asia, termasuk Jepang, Thailand, dan Korea Selatan, dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

Ini berarti, virus tersebut dapat menyebar lebih cepat dan membuatnya menjadi lebih berbahaya.

Sejauh ini, virus yang mengganggu pernapasan itu dianggap sebagai novel Coronavirus dan dijuluki 2019-nCoV.

Virus ini pertama kali dilaporkan di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Baca juga: Cegah Virus Misterius China, Terawan Imbau Masyarakat Lakukan Ini

Coronavirus terkait dengan MERS dan SARS, serta flu biasa, dan memiliki gejala pneumonia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah orang yang terinfeksi telah meroket dalam beberapa hari terakhir. Kabar terakhir, tiga orang tewas karenanya.

Dilansir IFL Science, Senin (20/1/2020), direktur State Key Laboratory of Respiratory Disease Zhong Nanshan berkata kepada media lokal bahwa virus tersebut tidak hanya menyebar ke keluarga pasien yang terinfeksi, tapi juga 14 petugas medis yang melakukan kontak dengan pasien.

Inilah yang mengkonfirmasi bahwa virus tersebut dapat ditularkan dari manusia ke manusia.

"Kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit saat ini adalah mencegah munculnya penyebar super dari virus," ucap Zhong kepada South China Morning Post.

Hal ini merujuk pada pasien yang menularkan virus ke petugas medis yang merawatnya.

Laporan resmi menyatakan bahwa 224 orang terinfeksi. Namun, analisis statistik berdasarkan orang yang terinfeksi di dalam maupun luar China, mungkin jumlah yang terinfeksi sebenarnya lima sampai 11 kali lipat lebih banyak.

Virus ini dialami oleh tiga orang dari luar China, setelah ketiganya melakukan perjalanan ke Wuhan.

Otoritas kesehatan China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih memantau perkembangan situasi untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Para ahli tidak dapat memprediksi bagaimana situasi akan berkembang. Terlalu dini untuk memberi prediksi.

Baca juga: Virus Misterius China Diduga Telah Menginfeksi 1.700 Orang

"Kami masih dalam tahap awal wabah. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan otoritas China dan sejumlah ahli untuk mengabarkan perkembangan ke dunia," kata Dr Mike Turner, Direktur Sains Wellcome dalam sebuah pernyataan.

"Perkiraan ukuran wabah masih sulit diprediksi pada tahap awal ini, tetapi jelas masih menyebar. Kita semua lebih khawatir saat ini dibanding tiga hari lalu," ujarnya.

Wuhan adalah kawasan penting di China dengan populasi lebih dari 11 juta orang tinggal di perkotaan. Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek yang akan datang 25 Januari nanti akan menjadi perhatian yang lebih serius.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X