BMKG: Sulawesi Utara Diguncang Gempa M 6,6, Kawasan Ini Memang Rawan

Kompas.com - 20/01/2020, 13:18 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Hari Minggu (19/1/2020) pukul 23.58.20 WIB, wilayah Kotamobagu, Minahasa, dan Luwuk diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa ini memiliki kekuatan M 6,6 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M 6,2.

Episenter terletak pada koordinat 0,1 LS dan 123,86 BT, tepatnya di laut pada jarak 57 km arah selatan Kota Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada kedalaman 126 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku ke arah barat.

Baca juga: Diguncang M 6,1, Kenapa Sarmi dan Jayapura Sering Gempa?

Hasil monitoring BMKG menunjukkan, zona sumber gempa Lempeng Laut Maluku dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami aktivitas kegempaan yang cukup intensif.

Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar dan naik (oblique thrust fault).

Guncangan gempa dirasakan di daerah Luwuk dalam skala intensitas IV-V MMI hingga banyak warga terbangun dari tidur, sedangkan di Bitung, Manado, Kotamobagu, Gorontalo, dan Malili guncangan dalam intensitas II-III MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Catatan sejarah

Daryono mengatakan, zona sumber gempa Lempeng Laut Maluku memiliki catatan sejarah gempa dan tsunami destruktif beberapa kali, yakni:

  1. Tsunami Banggai-Sangihe 1858 yang menyebabkan seluruh kawasan pantai timur Sulawesi, Banggai, dan Sangihe dilanda tsunami.
  2. Tsunami Banggai-Ternate 1859 mengakibatkan banyak rumah di pesisir disapu tsunami.
  3. Gempa Kema-Minahasa 1859 juga memicu tsunami setinggi atap rumah-rumah penduduk.
  4. Tsunami Gorontalo 1871 juga menerjang di sepanjang pesisir Gorontalo.
  5. Tsunami Tahuna 1889 menerjang kawasan pesisir Tahuna setinggi 1,5 meter.
  6. Tsunami Kepulauan Talaud 1907 menerjang pantai setinggi 4 meter.
  7. Tsunami Salebabu 1936 menyapu pantai setinggi 3 meter.

Baca juga: Gempa Hari Ini: Tercatat 2 Lindu, di Karangasem Bali dan Selayar

"Mengingat kawasan Laut Maluku sangat rawan gempa dan tsunami, maka sangat penting upaya untuk memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak gempa bumi dan tsunami," kata Daryono.

Dia menambahkan, meski tinggal di daerah rawan gempa, kita tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman.

Pasalnya, yang paling penting dan harus dibangun untuk mengatasi itu adalah kesiapsiagaan serta kapasitas stakeholder dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X