Kompas.com - 11/01/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

Sehingga, setelah sekali korban dan keluarga yang bersangkutan datang menemui dokter di Poli Klinik Terpadu dan mendapatkan saran, diakui Gina, tidak banyak yang melanjutkan konsultasi lanjutan di Poli Penanggulangan Stres Paska Trauma.

Baca juga: Tampan, Pintar dan Kaya: Mengapa Reynhard Sinaga Melakukan Pemerkosaan?

Di sisi lain, masih banyak masyarakat yang berpegang dengan nasihat lama bahwa membuka aib itu tidak baik dilakukan.

Adapun masih menurut Gina, pelaku tindak kekerasan seksual baik di ranah publik maupun ranah pribadi, berdasarkan data adalah orang yang dikenal korban.

"Rata-rata pelaku adalah orang yang dikenal, sedikit kasus tindak kekerasan seksual dilakukan orang asing," tuturnya.

Gina meminta audiens untuk membayangkan, ada seorang anak menjadi korban kekerasan seksual, yang ternyata pelakunya adalah adik dari ibu kandungnya sendiri.

Meskipun tindak kekerasan dilakukan oleh orang asing, tidak sedikit justru orang disekitar korban bahkan menyalahkan korban yang tidak berdaya karena bodoh atau mau nurut atau lain sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun diketahui bahwa tindak kekerasan seksual merupakan kekerasan yang bersifat memaksa seseorang untuk terlibat dalam tindakan seksual.

"Kalau sudah begitu, misal kita korban, apa yang mau kita lakukan?" ujarnya.

Makanya lebih banyak korban memilih diam, dan menjadikan ia (korban) selalu berusaha menahan dirinya. Bahkan menipu dirinya sendiri, seolah tidak terjadi apa-apa dan baik-baik saja.

Baca juga: Kasus Reynhard Sinaga, Ini Tes untuk Tahu Anda Psikopat atau Tidak

Hal inilah yang justru menambah kesakitan yang dirasakan korban, tetapi untuk melaporkan diri adalah hal yang sulit dilakukan.

"Korban itu traumanya (fisik) kadang gak kelihatan, tapi sakitnya (perasaan) terasa," kata Gina.

Oleh sebab itu, hal yang paling penting disadari bersama adalah korban tindak kekerasan seksual membutuhkan dukungan dan pemahaman dari orang-orang disekilingnya agar dapat melewati fase rentan itu, bukanlah justru menjadi stigma negatif tentangnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.