Kompas.com - 02/01/2020, 17:30 WIB
Ilustrasi petir saat badai. SHUTTERSTOCKIlustrasi petir saat badai.

KOMPAS.com - Jika tengah hujan lebat disertai kilat atau petir, Anda perlu waspada dan menjaga diri.

Peneliti Petir sekaligus Guru Besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Dipl Ing Ir Reynaldo Zoro, mengatakan petir merupakan muatan listrik.

"Air itu menghantarkan arus listrik, apalagi air kotor karena banjir," kata Zoro kepada Kompas.com, Kamis (2/1/2019).

Oleh sebab itulah, kata dia, PLN selalu mematikan aliran listrik di daerah yang sedang terkena banjir.

Untuk menyalakan aliran listrik kembali sekalipun, perlu dilakukan secara bertahap. PLN harus yakin betul bahwa tidak ada peralatan listrik dan barang yang korslet di tempat terkait.

Baca juga: Waspada Penyakit Pasca-Banjir, Kenali Faktor Risiko dan Pencegahannya

Layaknya listrik yang korslet, kata Zoro, saat petir menyambar air, maka aliran air tersebut juga akan menghantarkan listrik ke wilayah sekitarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, orang yang saat itu juga sedang berada di aliran yang sama akan terkena arus muatan listrik dari petir.

"Karena tidak perlu orang tersambar petir (secara) langsung. Kalau berjalan di air, petirnya nyambar air di dekat orang-orang tersebut pun akan terkena arus petir itu," ujarnya.

Untuk itulah, disarankan oleh Zoro agar sebisa mungkin tidak mendekati genangan air atau bahkan bermain di air saat datang hujan apalagi banjir.

Baca juga: Banjir Jakarta, Waspada 7 Penyakit Ini Menyerang Manusia

Meskipun pada umumnya petir akan menyambar tempat atau struktur bangunan yang lebih tinggi, tetapi berada di tempat yang terbuka dan luas juga memungkinkan untuk tersambar petir. Apalagi jika tempat terbuka dan luas tersebut dipenuhi genangan. 

Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sambaran petir.

1. Jauhi obyek berstruktur tinggi

Hindari dan jauhilah bangunan atau struktur benda yang tinggi. Berilah jarak antara Anda dengan objek tersebut sebisa mungkin lebih dari 1,5 meter.

2. Rapatkan kaki

Saat menjauhi objek yang berstruktur tinggi pun, Anda masih mungkin akan terkena tegangan langkah dari arus listrik petir jika kedua kaki Anda terbuka. Oleh sebab itu, rapatkan kedua kaki Anda saat petir datang.

3. Jongkok

Sebisa mungkin saat Anda berada di daratan, selain merapatkan kedua kaki, berjongkoklah untuk menghindari sambaran langsung dari petir.

4. Hindari tempat terbuka

Jika Anda memang harus berada di air, apalagi saat terjadi banjir seperti sekarang, hindarilah berada di tempat terbuka yang luas karena sangat memungkinkan terkena sambaran petir secara langsung. Termasuk saat berada di perahu karet sekalipun.

Menurut Zoro, saat musim hujan (Desember, Januari dan Februari) seperti saat ini, secara umumnya petir belum begitu banyak petir yang datang. Hanya saja, curah hujannya memang lebih banyak.

Sementara, musim petir tertinggi diprediksikan pada bulan Maret, April dan Mei yaitu pada musim pancaroba.

"Bulan Desember, Januari dan Februari itu masih musim hujan, jadi petirnya belum begitu banyak, hujannya aja yang banyak, jadi be aware!" tutur Zoro.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.