Kompas.com - 31/12/2019, 10:30 WIB

- Angin puting beliung yang terjadi mencapai 554 kejadian

- Panjang Musim Kemarau 2019 di Indonesia cenderung lebih panjang dari normal

- Kemarau panjang dan kekeringan tahun ini turut memicu 52 kejadian kebakaran hutan dan lahan dan bencana asap

- Ribuan kejadian gempa, dan terdapat 12 kejadian gempa bumi yang signifikan

Mmeskipun jumlah kejadian bencana terkait cuaca, iklim, dan kegempaan tahun 2019 paling sedikit dalam 5 tahun terakhir, masih terdapat 367 korban jiwa.

Sebanyak 1.385 lainnya menderita luka dan hampir 650 ribu orang mengungsi, selain kerugian material lainnya akibat bencana-bencana tersebut.

Baca juga: Kaleidoskop 2019: 5 Gempa yang Paling Merusak di Indonesia

Angin puting beliung, kekeringan, banjir, lonsor, gelombang tinggi, petir, hujan es, dan karhutla (kebakaran hutan dan lahan) merupakan bencana hidrometeoroli yang memiliki siklus sepanjang tahun mengintai Indonesia.

Oleh sebab itu, BMKG merokendasikan empat hal yang dapat dilakukan semua elemen terkait untuk dapat mengurangi dampak buruk atau sebagai bentuk antisipasi dari dampak bencana.

1. Meminimalisir dampak musim kemarau, maka perlu memaksimalkan kapasitas waduk, embung kolam retensi dan system folder untuk penyimpanan cadangan air.

Hal tersebut biasa dilakukan pada puncak musim hujan yang untuk tahun 2020 diprediksi terjadi pada bulan Februari - Maret dan pada musim peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau April - Mei.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.