Kaleidoskop 2019: 5 Gempa yang Paling Merusak di Indonesia

Kompas.com - 12/12/2019, 19:30 WIB
Sejumlah rumah di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang rusak akibat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/2019) KOMPAS.co/Acep NazmudinSejumlah rumah di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang rusak akibat gempa Banten yang terjadi Jumat (2/8/2019)

KOMPAS.com – Indonesia dilanda gempa setiap hari. Beberapa gempa tak dirasa signifikan. Beberapa lagi sangat besar, destruktif, dan traumatis untuk warga lokal.

Sepanjang 2019, setidaknya ada 15 gempa merusak yang tersebar di beberapa wilayah. Lima gempa terbesar adalah:

1. Banda, 24 Juni 2019 (magnitudo 7,4)
2. Labuha dan Halmahera Selatan, 14 Juli 2019 (magnitudo 7,2)
3. Laut Maluku, 14 November 2019 (magnitudo 7,1)
4. Laut Maluku, 7 Juli 2019 (magnitudo 7,0)
5. Banten, 2 Agustus 2019 (magnitudo 6,9).

Namun, besarnya magnitudo gempa tak selalu berbanding lurus dengan kerusakan yang dihasilkan. Jika gempa tersebut berlokasi di wilayah padat penduduk, jumlah kerusakan bisa dipastikan lebih banyak.

Baca juga: Ahli BMKG Jelaskan Kondisi Tektonik yang Bikin Maluku Sering Gempa

Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), berikut lima gempa yang paling merusak sepanjang 2019.

1. Ambon, Maluku

Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang Ambon pada 28 September 2019. Pusat gempa berjarak 42 kilometer timur laut Kota Ambon, dengan kedalaman 10 km.

Rumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019).KOMPAS.com/ RAHMAT RAHMAN PATTY Rumah di Ambon ambruk setelah terbakar sesaat setelah gempa 6,8 magnitudo mengguncang daerah itu, Kamis (26/9/2019).

Akibatnya, 28 orang meninggal dunia dan ratusan orang luka-luka. Sementara itu, puluhan bangunan rusak termasuk Bandar Udara Internasional Pattimura. Ribuan orang mengungsi karenanya.

2. Banten, Jawa Barat

Gempa bermagnitudo 6,9 mengguncang Banten pada 2 Agustus 2019. Gempa terjadi pukul 19.05 WIB dengan pusat gempa berjarak 164 kilometer dari Kabupaten Pandeglang. Pusat gempa berada pada kedalaman 48 kilometer.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) menyapa keluarga korban gempa Banten di Kampung Panjang Jaya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). Mensos menyerahkan bantuan sembako untuk para korban gempa serta sejumlah dana untuk perbaikan rumah dan sarana yang rusak diguncang gempa berkekuatan 6,9 M itu.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) menyapa keluarga korban gempa Banten di Kampung Panjang Jaya, Mandalawangi, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). Mensos menyerahkan bantuan sembako untuk para korban gempa serta sejumlah dana untuk perbaikan rumah dan sarana yang rusak diguncang gempa berkekuatan 6,9 M itu.

Akibat gempa ini, lima orang tewas dan empat orang luka-luka. Sementara itu, sebanyak 1.050 orang terpaksa mengungsi karena rusaknya tempat tinggal.

3. Labuha dan Halmahera Selatan

Gempa bumi bermagnitudo 7,2 mengguncang Labuha dan Halmahera Selatan pada 14 Juli 2019. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,56 LS dan 128,06 BT. Tepatnya, berlokasi di darat pada jarak 63 kilometer arah timur Kota Labuha.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X