Resolusi 2020, Ini 6 Cara Belajar Hidup Sehat dan Cegah Kanker

Kompas.com - 31/12/2019, 09:48 WIB
Ilustrasi membuat resolusi tahun baru. ShutterstockIlustrasi membuat resolusi tahun baru.


KOMPAS.com - Menjelang 2020, banyak orang yang menuliskan resolusi tahun depan. Tak ada salahnya Anda juga menuliskan resolusi untuk hidup sehat, termasuk agar terhindar dari salah satu penyakit paling mematikan yaitu kanker.

Mengapa mengubah gaya hidup penting untuk mencegah kanker?

Menurut American Cancer Society, sekitar satu dari tiga orang akan terkena kanker selama hidup mereka. Dilansir dari Mother Nature Network, Selasa (31/12/2019), namun sepertiga hingga setengah dari jenis kanker dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup.

Berikut beberapa gaya hidup yang bisa Anda lakukan sebagai resolusi untuk mencegah penyakit kanker.

1. Berhenti merokok

Persoalan larangan merokok, selalu digalakkan pemerintah, tak terkecuali pemerintah Indonesia. Hal itu lantaran rokok telah dinyatakan sebagai salah satu penyebab utama kanker.

Beberapa kanker yang erat kaitannya dari rokok ialah paru-paru, laring, mulut, kerongkongan, tenggorokan, kandung kemih, ginjal, hati, lambung, pankreas, usus besar dan rektum, serta leher rahim.

Tembakau menjadi salah satu komposisi dalam rokok yang disebutkan paling berdampak terhadap kanker. Mengunyah tembakau telah dikaitkan dengan kanker mulut, kerongkongan, dan pankreas.

Baca juga: Mengenang Chrisye, Rokok, dan Kanker Paru yang Menghantuinya

Bukan hanya perokok saja yang dapat terkena imbas. Perokok pasif dan tersier juga memungkinkan terkena kanker akibat paparan asap rokok.

Menurut National Cancer Institute, tidak ada tingkat penggunaan tembakau yang aman. Meskipun demikian, orang yang berhenti merokok, berapapun usianya, memiliki peningkatan harapan hidup yang signifikan dibandingkan orang yang tetap merokok.

2. Makan dengan baik

Resolusi diet menjadi salah satu hal yang sering diharapkan di tahun baru. Namun tak harus diet, Anda bisa memulai makan dengan baik dan benar.

Diet yang dimaksudkan bukanlah menahan diri untuk makan. Diet sebaiknya dilakukan dengan memilah jenis makanan yang akan dikonsumsi.

Berdasarkan laporan Harvard Medical School, cobalah kurangi konsumsi daging merah dan lemak jenuh yang terkait dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan prostat.

Baca juga: 4 Jenis Makanan Ini Dapat Mencegah Kanker Usus Besar

Batasi juga makanan yang dibakar, makanan yang digoreng serta daging olahan seperti hot dog, bacon, sosis dan beberapa daging deli. Makan daging olahan dalam jumlah besar dapat meningkatkan resiko kanker jenis tertentu.

Sebagai gantinya, makanlah banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian.

Studi dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa wanita yang makan setidaknya 5,5 cangkir buah dan sayuran setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang hanya makan 2,5 cangkir.

Beberapa penelitian besar lainnya juga menemukan bahwa diet tinggi serat diyakini dapat membantu melindungi terhadap kanker kolorektal.

Ilustrasi olahraga bersepedaSHUTTERSTOCK Ilustrasi olahraga bersepeda

3. Tetap Aktif

Olahraga selalu menjadi salah satu aktivitas yang ditegaskan oleh para ahli medis untuk dilakukan guna menjaga kondisi tubuh tetap sehat, dan terhindar dari berbagai penyakit termasuk kanker.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Oncology menemukan bahwa olahraga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap tujuh dari 15 jenis kanker yang diteliti. Tujuh kanker tersebut yaitu, usus besar, payudara, endometrium, ginjal, mieloma, hati, dan limfoma non-hodgkin.

Studi tersebut melibatkan lebih dari 750.000 orang dewasa, tetapi jumlahnya terbatas pada beberapa kanker dan aktivitas fisik sebagian besar dilaporkan sendiri.

Baca juga: Menurut Sains, Ini Alasan Olahraga Baiknya Dilakukan Sebelum Sarapan

Pedoman olahraga yang ideal, orang dewasa harus melakukan aktivitas olahraga intensitas sedang selama 2,5 hingga 5 jam seminggu atau 1,25 hingga 2,5 jam setiap minggu dengan intensitas olahraga kategori berat.

Mulailah dengan perlahan dan lanjutkan dengan nyaman serta lebih banyak variasi gerakan.

"Pedoman aktivitas fisik sebagian besar didasarkan dari dampaknya pada penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes," kata Alpa Patel, Direktur Ilmiah Senior Penelitian Epidemiologi di American Cancer Society.

"Data ini memberikan dukungan kuat bahwa level yang direkomendasikan ini juga penting untuk pencegahan kanker," imbuhnya.

Ilustrasi sinar matahari pagiitman__47 Ilustrasi sinar matahari pagi

4. Lindungi diri dari sinar matahari

Kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker yang rentan sekali terjadi bagi mereka yang intens terkena sinar matahari secara langsung. Namun, kanker kulit ini menjadi kanker yang sangat umum dan sebagian besar dapat dicegah.

Anda bisa menjauhkan diri dari sinar matahari kapanpun Anda bisa, terutama di antara jam puncak yakni 10 pagi hingga 4 sore.

Saat Anda berada di luar, tutupi dengan pakaian pelindung seperti lengan panjang, celana panjang, kacamata hitam, payung dan topi bertepi lebar.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan tabir surya spektrum luas SPF 30 atau lebih tinggi, bahkan pada hari-hari ketika mendung sekalipun.

Hindari tempat yang terkena paparan sinar matahari secara langsung di kulit, karena dapat memancarkan radiasi UV dan dapat menyebabkan kerusakan kulit.

5. Lakukan seks aman

Gunakan kondom dan bicaralah dengan pasangan seks Anda tentang riwayat seksual. Ini dapat membantu mencegah HPV, infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan kanker seviks pada wanita dan beberapa kanker lainnya.

Selain itu, menjaga diri dari perilaku seks yang sembarangan juga dapat mencegah Anda tertular HIV/AIDS. Dari Mayo Clinic, orang yang mengidap HIV atau AIDS memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker anus, hati, paru-paru.

6. Perhatikan paparan racun

Racun atau karsinogen sebagai penyebab utama penyakit kanker bisa berasal dari berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Anda. Paparan karsinogen bisa meningkatkan risiko terkena kanker.

Beberapa sumber karsinogen yaitu asbes, benzena, radon, air minum yang tidak aman dari sumber polusi atau industri, daging merah yang dimasak dengan suhu tinggi, dan ikan asin.

7. Lakukan pemeriksaan rutin

Dianjurkan oleh dokter, dalam bentuk antisipasi dan juga pencegahan dini dari berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Sebaiknya Anda secara teratur untuk mendapatkan diagnosis terhadap gejala dan tanda-tanda penyakit yang Anda alami.

Diagnosis yang bisa dilakukan seperti mammogram untuk kanker payudara, kolonoskopi untuk kanker usus besar, papsmear untuk kanker serviks, dan lain sebagainya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X