Kompas.com - 26/12/2019, 19:04 WIB
Ilustrasi tsunami ShutterstockIlustrasi tsunami

Pasca-tsunami Aceh, dituturkan Widjo, perkembangan tsunami science-engineering setelah 15 tahun mengalami jalan panjang, naik-turun, dan berkelok.

Beberapa siklus kejadian gempa-tsunami dan sesar-sesar baru di Indonesia ditemukan. Tetapi karakter gempa lambat pemicu tsunami-gempabumi, sebagian parameternya masih menjadi misteri.

Sumber-sumber tsunami yang kompleks seperti di Palu dan non tektonik seperti di GAK Selat Sunda membuka tantang baru bahwa karakter-karakter sumber tsunami seperti itu ada, dan jadi sumber bencana baru di Indonesia.

Baca juga: Bisakah Oarfish Prediksikan Tsunami?

Dari sisi sains, Mega Lindu-Smong 2004 juga menjadi bukti runtuhnya postulat yang dianut selama tiga dekade.

Postulat tersebut yaitu Lindu Megathrust hanya terjadi pada subduksi yang tegak lurus, sementara yang terjadi di tsunami Aceh pergerakan lempengnya miring.

Namun, efektivitas Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini yang didirikan sejak tahun 2008 tidak berguna saat Tsunami Selat Sunda dan Palu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perlu dievaluasi dibangun kembali dengan konsep baru," tuturnya.

Oleh sebab itu, evakuasi mandiri menjadi solusi alternatif.

"Tapi implementasi di lapangan menghadapi berbagai ragam latarbelakang sosial budaya pada masyarakat potensi terdampak tidak mudah, dan butuh waktu serta biaya," kata dia.

3. Gencarnya program BNPB

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.