ASI Beku yang Dihangatkan, Bolehkah Dimasukkan Lagi ke Kulkas?

Kompas.com - 19/12/2019, 20:04 WIB
Semakin dingin suhu kulkas, makin lama ASI perah bisa disimpan. ShutterstockSemakin dingin suhu kulkas, makin lama ASI perah bisa disimpan.

KOMPAS.com – Bagi ibu menyusui, ASI perah (ASIP) merupakan sesuatu yang sangat berharga. Tak jarang ibu menyusui yang menghangatkan ASIP, kemudian memasukkannya kembali ke dalam kulkas bila ASIP tidak habis oleh si buah hati.

Bolehkah hal tersebut dilakukan?

Ahli gizi, dr Tan Shot Yen menyebutkan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

“ASI, sama dengan bahan makanan segar lainnya, jika sudah dilumerkan tentu punya risiko kontaminasi bakteri,” tuturnya kepada Kompas.com, Kamis (19/12/2019).

Baca juga: Ahli Beberkan 3 Sebab Produksi ASI Sedikit dan Cara Meningkatkannya

dr Tan menyebutkan sebaiknya ASI beku yang sudah cair harus dihabiskan.

“Untuk mengantisipasi kontaminasi bakteri, sebaiknya (ASI beku) memang dihabiskan,” tutupnya.

Cara menghangatkan ASIP

Tentu butuh waktu untuk ASIP beku bisa dikonsumsi oleh bayi. Namun, perlu diketahui beberapa cara aman dalam menghangatkan ASIP.

ASIP tidak boleh dimasukkan, apalagi direbus, dalam air panas. Anda bisa mengeluarkan ASIP dari kulkas atau chiller dan tunggu sampai ASIP mencapai suhu ruangan.

“Tapi wadah (ASIP) harus dalam kondisi tertutup rapat, agar bakteri tidak masuk,” tutur dr Tan.

Ilustrasi ASI perahshutterstock Ilustrasi ASI perah

Sementara untuk menghangatkan ASI, ada dua cara yang bisa dilakukan.

“Cara pertama, guyur wadah (ASIP) dengan air keran mengalir sampai ASIP mencair dan tunggu sampai suhu ruangan. Cara kedua, siapkan satu panci berisi air hangat lalu wadah ASIP direndam sambil diputar-putar agar bekuannya mencair rata,” papar dr Tan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X