Bayi Orangutan Selundupan Warga Rusia, Bonbon, Kembali ke Habitat Aslinya

Kompas.com - 18/12/2019, 11:00 WIB
Bonbon, seekor orangutan yang berhasil diselamatkan di Bandara Ngurah Rai, Bali Kompas.com/Robinson GamarBonbon, seekor orangutan yang berhasil diselamatkan di Bandara Ngurah Rai, Bali

KOMPAS.com - Bayi orangutan Bonbon direlokasi dari Bali menuju habitat aslinya di Sumatera Utara pada Selasa, (16/12/2019).

Dalam relokasi ini, Bonbon diangkut menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang bekerjasama dengan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN).

Fasilitas dalam pemindahan Bonbon juga sangat diperhatikan karena orangutan merupakan salah satu hewan yang langka. Bonbon dipindahkan dengan kandang khusus relokasi yang dibuat dengan bahan kuat dan ukurannya disesuaikan dengan Bonbon.

"Di dalamnya (kandang Bonbon) diisi makanan dan minuman," ujar Ketua JAAN, Benfica, via pesan singkat yang diterima Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

Baca juga: Misteri Kera Raksasa Setinggi 3 Meter Terkuak, Masih Kerabat Orangutan

Benfica juga menjelaskan bahwa setelah tiba di Sumatera Utara, Bonbon akan menjalani rehabilitasi oleh The Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) sebelum dilepas ke alam liar.

Sejauh ini, kata Issa Abdul Bari dari Sriwijaya Air ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (17/12/2019), Bonbon sudah sampai di Medan dan akan dibawa ke Sibolangit untuk menjalani rehabilitasi di SOCP.

Terkait relokasi ini, Adi Willi Hanhari Haloho, Vice President Corporate Secretary Sriwijaya Air, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan implementasi komitmen perusahaan yang berkelanjutan dalam rangka turut melindungi satwa langka kebanggaan Indonesia.

Baca juga: Selain Manusia, Orangutan juga Terkena ISPA Gara-gara Karhutla

“Kami sadari betul bahwa banyak satwa langka di Indonesia kini dalam posisi yang terancam karena cukup banyak perilaku pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini tentu menjadi concern Sriwijaya Air yang telah menjadi bagian dari bangsa Indonesia, dan dengan demikian kami masih akan terus melakukan kegiatan Corporate Environmental Responsibility (CER) secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Bonbon diselundupkan oleh seorang warga negara Rusia dari Sumatera Utara ke Bali untuk dibawa ke Rusia.

Aksi warga negara Rusia tersebut digagalkan oleh Avsec Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Maret 2019 lalu dan ditindaklanjuti melalui proses hukum.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X