Kompas.com - 06/12/2019, 13:04 WIB
Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis SHUTTERSTOCK/YOD67Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis

KOMPAS.COM - Maraknya kasus serangan tawon vespa affinis yang terjadi di Klaten kini menjadi sorotan. Tidak hanya berbahaya, jenis tawon ini ternyata berisiko mematikan.

Peneliti tawon dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Hari Nugroho, menjelaskan beberapa jenis tawon vespa yang dinilai berbahaya.

“Diberikan tanda berbahaya karena memang membahayakan jiwa manusia. Ini konteks pandangan kita sebagai antroposentris atau pandangan manusia,” ujar Hari saat ditemukan dalam science briefing di LIPI, Cibinong (05/12/2019).

Berikut ini jenis-jenis tawon vespa berbahaya di Indonesia yang perlu Anda ketahui:

1. Vespa Affinis

Di Indonesia, vespa affinis dikenal sebagai tawon ndas yang sudah menelan beberapa korban di Klaten.

Dalam sebuah koloni vespa, terdapat ratu, pejantan, dan pekerja vespa. Jika dilihat secara visual, jenis vespa ini mudah dibedakan berdasarkan ukuran.

Ukuran vespa ini mulai dari kecil hingga sedang. Ratu vespa berukuran sekitar 30 mm, sedangkan vespa jantan berukuran 26 mm dan vespa pekerja 22-25 mm.

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Kembali Renggut Nyawa Warga Klaten

Selain itu, vespa affinis bersarang di tempat yang relatif tinggi namun bisa juga di tempat yang rendah. Menurut Hari, hal ini disebabkan karena sifatnya yang oportunis sehingga mereka mencari tempat yang nyaman dimanapun untuk bersarang.

“Biasanya memang ada di tempat yang tinggi, apakah di pohon atau ketinggian 3 meter ke atas atau di dalam bangunan dan di atap. Kita juga menemukan sarang yang masih kecil di kantor ini (LIPI) paling kurang dari semeter, ada di pohon kecil” ujar Hari.

Ukuran sarang vespa ini dapat melebihi 60 cm. Bahkan, dapat melebihi 1 meter jika bersarang di dalam hutan atau tempat yang tidak pernah ditinggali manusia.

“Bahkan, di Papua Nugini lebih tinggi (sarangnya) dari manusia, sekitar 2 meter dan pasti sudah ribuan jumlahnya,” sambung Hari.

2. Vespa Tropica

Bentuk fisik vespa tropica mirip dengan vespa affinis karena sama-sama memliki warna oranye atau kuning di bagian punggungnya.

Vespa ini dijuluki sebagai greater banded hornet karena ukurannya yang besar. Ratu berukuran kurang dari 30 mm, jantan 26 mm, dan pekerja 24-26 mm.

Vespa ini bersarang di bawah tanah atau lubang pohon. Oleh karena itu, sarang vespa tropica jarang terlihat dan jarang ditemui di atas pohon.

Jika digali, sarang akan terlihat seperti mangkuk dengan dasar terbuka. Sarang ini juga tersusun seperti lembaran sehingga strukturnya sangat rapuh.

3. Vespa Analis

Dari segi bentuk, vespa analis mudah dibedakan karena memiliki warna kuning di bagian ujung tubuhnya.

Di Indonesia, vespa analis memiliki ukuran yang lebih besar dari vespa afinis namun lebih kecil dari vespa tropica. Ukurannya rata-rata mulai dari 20 hingga 30 mm.

Vespa ini bersarang di tempat yang tinggi. Ukuran sarangnya dapat melibihi 60 cm. Selain itu, sifat dari sarang vespa analis sangat kokoh dan cukup gelap.

Baca juga: 7 Orang Jadi Korban, Bagaimana Sengatan Tawon Ndas Membunuh Manusia?

4. Vespa velutina

Vespa ini dijuluki sebagai asian hornet dan yellow legged hornet karna memiliki kaki yang berwarna kuning.

Ukuran dari vespa ini mulai dari kecil hingga sedang. Ratu berukuran 30 mm, jantan berukuran 24 mm, dan pekerja 20 mm.

Menurut Hari, vespa velutina dapat dikatakan sebagai hama karena memangsa larva dari lebah madu.

“Kalau ada peternakan lebah madu di daerah itu dan ada banyak vespa velatina ini dijamin gagal ternak madunya karena dia pasti meyerang koloni lebah madu, dia akan membunuh lebah madunya, dia akan masuk ke sarangnya, dan dia makan larvanya,” ujar Hari.

Selain itu, vespa velutina bersarang di tempat tinggi. Bentuk sarangnya memanjang dan mirip dengan sarang vespa affinis namun tekturnya jauh lebih kasar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Dorce Gamalama Idap Alzheimer, Ketahui Gejala hingga Cara Mencegahnya

Oh Begitu
Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.