Kamasutra Satwa: Punya 2 Kelamin Sekaligus, Bagaimana Siput Kawin?

Kompas.com - 29/11/2019, 20:04 WIB
Ilustrasi siput Cablemarder/PixabayIlustrasi siput

KOMPAS.comSiput adalah hewan unik. Alih-alih punya satu alat reproduksi, siput memiliki dua jenis sekaligus. Alat reproduksi siput terletak di dekat wajah, tepatnya di bagian belakang lehernya.

Lalu sebagai hewan berkelamin ganda alias hermaphrodite (hermafrodit), bagaimana caranya siput kawin?

Proses yang lamban, selamban gerakannya...

Mengutip BMC Evolutionary Biology, Jumat (29/11/2019), siput kebun (garden snail/ Cornu aspersum) adalah jenis siput yang paling banyak ditemukan dan berkelamin ganda. Hanya ada beberapa jenis siput yang bukan hermafrodit, misalnya Apple Snails dan siput laut.

Siput bukanlah hewan yang mudah cocok dengan pasangannya. Proses reproduksi dimulai dari dua siput yang mendekat satu sama lain dan “berdansa” selama berjam-jam lamanya. Siput mengeluarkan bau-bauan untuk menarik pasangannya.

Mereka menempelkan bagian belakang leher (area reproduksi) satu sama lain. Perlu diketahui, dua jenis alat reproduksi siput terletak pad alokasi yang sama.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Gurita Jantan Tancapkan Penis pada Hidung Pasangannya

Begitu posisinya sudah sempurna, masing-masing siput melemparkan gumpalan kalsium karbonat yang disebut dengan love dart.

Love dart ini berbentuk seperti sabit, berujung tajam dan tertancap di tubuh masing-masing siput. Love dart ditembakkan ketika tubuh pasangan siput masih saling menempel. Begitu masuk ke tubuh pasangannya, love dart menimbulkan efek beragam yang berpengaruh terhadap fisik sampai perilaku masing-masing siput.

Ilustrasi siput yang menyebabkan kegagalan listrik dan mengacaukan perkeretaapian di Jepang selatan.Shutterstock.com Ilustrasi siput yang menyebabkan kegagalan listrik dan mengacaukan perkeretaapian di Jepang selatan.

Love darts mengeluarkan sperma yang kemudian akan membuahi sel telur yang dihasilkan siput pasangannya. Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Kedua siput sama-sama dibuahi.

12 Jam Kemudian…

Proses pembuahan akhirnya selesai. Biasanya siput langsung menaruh telur dalam jangka waktu dua minggu usai pembuahan. Namun, sperma siput masih bisa hidup dalam tubuhnya sampai satu tahun lamanya.

Siput sudah cukup dewasa untuk reproduksi saat memasuki usia satu bulan sampai lima tahun, tergantung spesiesnya. Satu ekor siput bisa mengeluarkan sampai 100 telur dalam satu waktu.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Laba-Laba Threesome untuk Menghindari Kematian

Siput biasanya menaruh telur-telur mereka di tanah, kemudian menguburnya sedalam 1-1,5 inci agar telur tersebut aman. Dua hingga empat minggu kemudian, telur pun siap menetas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X