Kompas.com - 05/07/2019, 19:47 WIB

KOMPAS.com - Vaksin influenza perlu diperbarui setiap tahun. Ini karena virus influenza terus berkembang dan berubah melawan vaksin.

Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. dr. Cissy B Kartasasmita, SpA(K), PhD menjelaskan bahwa vaksin dapat bertahan kurang lebih satu tahun karena seringkali terjadi mutasi virus.

Hal ini disebabkan adanya antigenic drift atau mutasi minor (ringan) saat virus influenza melakukan replikasi sehingga bersirkulasi virus galur yang baru.

"Vaksinasi influenza merupakan cara pencegahan yang terbukti efektif dari segi biaya," kata Cissy dalam Konferensi Pers Pentingnya Vaksin Influenza untuk Lansia, Tenaga Kesehatan, dan Kelompok Risiko Tinggi, Jumat (5/7/2019).

Baca juga: Siapa Saja yang Perlu Vaksinasi Influenza? Ahli Memaparkan

Dia melanjutkan, vaksinasi influenza efektif memberikan perlindungan hingga 90 persen bagi seseorang yang menerima vaksin dalam kondisi sehat, berusia kurang dari 65 tahun, dan menerima vaksin dengan galur (strain) yang sama dengan galur virus influenza yang beredar

Efektivitas vaksinasi juga bergantung pada galur dalam vaksin influenza. Sebab, galur virus influenza dapat berubah setiap tahun. Inilah latar belakang WHO mengeluarkan rekomendasi tahunan komposisi galur virus influenza yang dapat dibedakan menjadi NH (Northern Hemisphere) dan SH (Southern Hemisphere).

Perkembangan teknologi kesehatan memungkinkan empat galur virus, yaitu dua galur A dan dua galur B, terdapat dalam satu vaksin influenza. Vaksin ini dikenal dengan nama vaksin influenza kuadrivalen.

Baca juga: Influenza Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Penanganannya

Senada dengan hal tersebut, Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger mengatakan bahwa perubahan virus influenza wajar terjadi seperti yang dilakukan makhluk hidup lain untuk bertahan hidup. Tak ada cara untuk benar-benar menghentikan pertumbuhan virus influenza.

"Dia juga berjuang seperti manusia, itu namanya survival. Dia perlu survive, caranya dengan begitu, mengubah-ubah terus. Jadi belum bisa (benar-benar menghentikan pertumbuhan virus influenza)," ujar Siti.

Apalagi, tingkat kepatuhan vaksinasi di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 500.000 vaksin per tahun atau kurang dari 1 persen total penduduk. Ia menyebut bahwa vaksin untuk virus galur A kemungkinan akan berubah-ubah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.