Ahli: Diet Tinggi Serat dan Yogurt Bisa Kurangi Risiko Kanker Paru

Kompas.com - 22/11/2019, 10:58 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Studi terbaru yang terbit di jurnal JAMA Oncology edisi (24/10/2019), mengungkap hubungan antara konsumsi makanan berserat tinggi seperti yogurt dengan risiko kanker paru-paru.

Studi sebelumnya menunjukkan, diet tinggi serat dan yogurt bermanfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker saluran pencernaan.

Nahm, dalam studi terbaru ini, ilmuwan juga menemukan bahwa diet tinggi serat dapat melindungi diri dari risiko kanker paru-paru.

Kesimpulan ini didapat setelah para ahli menganalisis data yang melibatkan 1,4 juta orang dewasa di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Baca juga: Sejarah, Manfaat dan Jenis Yogurt yang Perlu Anda Ketahui

Para peneliti membagi peserta menjadi lima kelompok, sesuai dengan jumlah serat dan yogurt yang mereka konsumsi.

Mereka menemukan, kelompok yang aktif menjalani diet tinggi serat dan yogurt memiliki risiko paling rendah menderita kanker paru-paru.

Dilansir Futurity, Selasa (19/11/2019), mereka yang menjalani diet tinggi serat dan yogurt memiliki risiko kanker paru-paru 33 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang mengonsumsi sedikit serat dan yogurt.

"Penelitian kami memberikan bukti kuat yang mendukung Pedoman Diet 2015-2020 AS yang merekomendasikan diet tinggi serat dan yogurt," kata penulis senior Xiao-Ou Shu, seorang profesor penelitian kanker, associate director untuk kesehatan global, dan co-leader Cancer.

"Kebiasaan tidak pernah merokok juga dapat berpengaruh," imbuh Shu.

Shu mengatakan, manfaat kesehatan yang didapat dari diet tinggi serat dan yogurt dipengaruhi oleh adanya kandungan prebiotik dan sifat probiotik.

Baca juga: Kanker Paru yang Merenggut Nyawa Chrisye, dari Gejala hingga Pengobatan

Prebiotik adalah senyawa natural dalam makanan yang tidak dapat dicerna usus, berfungsi sebagai suplemen untuk mendorong pertumbuhan mikroorganisme baik dalam sistem pencernaan.

Prebiotik bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan berpotensi meningkatkan penyerapan kalsium.

Sementara sifat probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain atau inangnya.

Kedua sifat inilah yang dapat memodulasi mikrobiota usus secara mandiri atau sinergis, dan menguntungkan bagi kesehatan terutama mengurangi risiko sel kanker bergerak dengan aktif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Futurity
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X