Vitiligo, Penyakit Kulit Tak Menular yang Bikin Bercak Putih Muncul

Kompas.com - 21/11/2019, 08:03 WIB
Ilustrasi vitiligo Ilustrasi vitiligo

KOMPAS.com - Sebagian besar orang memang memiliki warna kulit yang rata. Namun, tak jarang juga kita melihat ada orang dengan warna kulit tidak rata, di mana ada bagian-bagian tubuh yang warna kulitnya seperti bercak putih susu.

Bercak putih tidak rata pada kulit bukan panu. Itu adalah penyakit kulit bernama vitiligo.

Untuk diketahui, vitiligo bukanlah penyakit kulit menular dan berbahaya.

Namun, bila tidak ditangani dengan tepat, vitiligo dapat menyerang bagian kulit lain dan menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Baca juga: Penyakit Kulit Kim Kardashian Kambuh karena Stres?

Apa itu vitiligo?

Dokter kulit di Klinik Pramudia, dr Dian Pratiwi SpKK, FINSDV, FAADV mengatakan, vitiligo merupakan penyakit kulit akibat kurangnya pigmen melanin dalam tubuh. Hal ini membuat sebagian kulit berwarna putih susu, tapi tidak rata.

Prevalensi vitiligo berkisar 0,5 sampai 2 persen dari populasi di seluruh dunia. Sementara itu, perbandingan prevalensi antara wanita dan pria hampir sama.

Untuk diketahui, pigmen adalah zat warna tubuh yang bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut. Sementara, melanosit adalah sel-sel pembentuk pigmen melanin.

"Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin. Pada penyakit vitiligo, sel-sel pembentuk melanin yaitu melanosit berhenti berfungsi memproduksi melanin," kata dokter yang akrab disapa Helen ini di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Lantas, kenapa produksi melanosit bisa berhenti?

Penyebab berhentinya produksi melanosit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal lain seperti terbakar sinar matahari atau bahan kimia yang memiliki sifat antimelanosit.

"Penyebab pasti Vitiligo masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa berbagai mekanisme seperti kelainan metabolik, stres oksidatif, respon autoimun, dan faktor genetik berkontribusi pada timbulnya Vitiligo," ujarnya.

Meski vitiligo tidak mengancam jiwa, tidak menular, dan tidak ada gejala yang dirasakan, tapi penyakit ini dapat mengganggu psikologis penderita.

"Tetapi efek Vitiligo dapat mengganggu secara kosmetik dan psikologis, seperti kurang percaya diri, citra tubuh yang buruk, stress dan efek negatif lainnya," tutur Helen.

Baca juga: Dermatitis Seboroik Diduga Bikin Kulit Mizyan Seperti Plastik, Apa Itu?

Dalam kesempatan ini, Helen mengingatkan agar kita tidak menghindari penderita vitiligo karena penyakit ini tidak menular.

Begitu juga terhadap Anda yang mengalami Vitiligo, meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan secara permanen, tapi banyak terapi yang bisa dilakukan untuk membantu menghambat penyebarannya dan trauma kulit yang dialami.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X