"Racun" di Balik Minuman Hits Boba Tea, dari Sembelit hingga Jantung

Kompas.com - 12/11/2019, 10:03 WIB
ILUSTRASI - Bubble tea ShutterstockILUSTRASI - Bubble tea

KOMPAS.com - Milk tea dengan tambahan boba sangat populer di kalangan milenial.

Namun di balik rasa legitnya, minuman ini bisa menjadi racun untuk tubuh kita sendiri.

Menurut dokter umum di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) An Nur Yogyakarta, dr. Muhammad Faham, terlalu sering menonsumsi boba tea buruk untuk kesehatan.

"Enggak baik itu (boba tea), tinggi kalori. Sehingga berefek buruk kalau dikonsumsi berlebih," kata Faham dihubungi Kompas.com melalui telepon.

Selain tinggi kalori, minuman boba juga kaya akan kandungan gula.

Baca juga: Hal yang Harus Diketahui tentang Legitnya Boba Tea dan Kopi Kekinian

"Dalam sekali penyajian minuman (boba) itu, kadar gulanya bisa tiga kali lipat coca cola kaleng," katanya.

Karena mengandung kadar kalori dan gula yang tinggi, Faham mengatakan, minuman boba dapat memicu obesitas dan diabetes. Jika seseorang terlalu sering mengonsumsi minuman ini, ada dampak buruk lain yang mengincar.

"Bahkan kalau dalam jumlah banyak, orang tersebut berisiko mengalami konstipasi karena (boba) sulit dicerna," jelasnya.

Konstipasi lebih dikenal dengan istilah sembelit, yakni gangguan pada sistem pencernaan yang membuat tinja mengeras, sehingga sulit untuk dibuang.

Sembelit dapat menyebabkan sakit luar biasa pada penderitanya.

Dilansir dari Hello Sehat, segelas cappuccino ukuran Tall (12 oz atau 350 ml) dengan susu full-fat bisa mengandung hingga 150 kalori, 6 gram lemak (4 gram lemak jenuh), dan 6 gram protein.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X