Video Viral Tampilkan Ikan Berwajah Manusia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kompas.com - 11/11/2019, 19:08 WIB
Ikan yang dianggap memiliki wajah manusia di kepalanya. Newsflare/ChinaliveIkan yang dianggap memiliki wajah manusia di kepalanya.

KOMPAS.com - Sebuah video yang menampakkan seekor ikan dengan "wajah manusia" menjadi viral di internet setelah diunggah ke media sosial China, Weibo.

Video yang dilaporkan diambil di Kunming, China pada Selasa (5/11/2019) tersebut menampilkan seekor ikan Cyprinus carpio berwarna emas-hitam dengan pola di kepalanya yang menyerupai mata, hidung dan mulut manusia.

Pola tersebut sebetulnya tidak berbentuk persis seperti mata, hidung dan mulut manusia. Namun, otak kita tidak bisa berhenti melihatnya demikian karena sebuah perilaku alami manusia yang disebut antropomorfisme.

Dilansir dari PsychCentral, 15 Juni 2019; antropomorfisme berarti memberikan karakteristik manusia kepada hewan, benda atau bahkan fenomena alam.

Baca juga: Ikan Predator Paling Menyeramkan di AS Ternyata Berasal dari Indonesia

Sebuah penelaahan sistematik mengenai antropomorfisme menemukan bahwa kemampuan ini didukung oleh sekelompok mekanisme kognitif yang merupakan respons otomatis terhadap perilaku dan penampakan seperti manusia, misalnya memercayai bahwa kucing Anda mungkin sedang lapar jika duduk di depan kulkas.

Ada banyak teori yang berupaya untuk menjelaskan kenapa kita melakukan hal ini. Salah satunya adalah Theory of Mind.

Theory of Mind menjelaskan bahwa otak manusia selalu bekerja untuk mengerti maksud, pikiran dan perasaan orang lain. Pekerjaan ini dilakukan di bagian tertentu pada otak yang berisi neuron cermin atau neuron yang mencerminkan gerakan orang lain.

Beberapa penelitian neurosains menemukan bahwa bagian otak yang sama menjadi aktif ketika kita sedang melakukan antropomorfisme.

"Memprediksikan aksi hewan dan obyek tak bergerak menggunakan bagian otak yang sama dengan memprediksikan perilaku manusia lain," tulis para ahli dalam situs Emory Graduate Division of Biological and Biomedical Science.

Mereka melanjutkan, meskipun kita secara sadar membedakan manusia dan non-manusia, mekanisme yang sama dalam otak kita teraktifkan ketika kita mengamati perilaku keduanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X