Beruk Ternyata Suka Makan Tikus, Bisa Jadi Agen Pengendali Hama

Kompas.com - 25/10/2019, 18:32 WIB
Ilustrasi beruk Ilustrasi beruk

KOMPAS.com - Kera ekor babi atau lebih dikenal dengan nama beruk yang hidup di hutan hujan Malaysia berhasil membuat para ilmuwan terpana.

Bagaimana tidak, para ilmuwan baru mengetahui bahwa beruk yang tinggal di kawasan hutan hujan dan perkebunan kelapa sawit di Malaysia, lebih suka makan tikus dibanding buah kelapa sawit.

Fakta ini dipercaya dapat membantu produksi minyak kelapa sawit dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan perkebunan.

Baca juga: Minyak Kelapa Sawit dan Karhutla di Indonesia, Apa Hubungannya?

Dilansir IFL Science, Rabu (23/10/2019), para peneliti mempelajari perilaku beruk sejak Januari 2016 hingga September 2018.

Sebelum dilakukan riset, beruk dianggap sebagai primata pemakan buah, termasuk buah kelapa sawit. Namun bukti di lapangan berkata lain.

Beruk hanya mengonsumsi 12 ton buah kelapa sawit dalam satu tahun, atau setara 0,5 persen dari hasil panen perkebunan yang luasnya 400.000 hektar.

Alih-alih makan buah kelapa sawit, beruk rupanya lebih menyukai berburu tikus di tengah perkebunan. Bayangkan, satu kelompok beruk bisa memangsa lebih dari 3.000 ekor tikus dalam setahun.

Secara tidak langsung, perilaku beruk yang suka makan tikus akan sangat membantu petani kelapa sawit. Apalagi, keberadaan tikus di perkebunan dapat mengurangi hasil panen sampai 10 persen.

"Saya sangat terkejut ketika mengamati beruk makan tikus di perkebunan," kata rekan penulis studi Nadine Ruppert.

"Yang paling mengejutkan, ternyata beruk bisa makan begitu banyak daging. Beruk selama ini dikenal sebagai primata pemakan buah, hanya sesekali mereka makan burung kecil atau kadal," sambung Ruppert.

Baca juga: Serikat Petani Kelapa Sawit Tanggapi Pernyataan Jokowi dan Prabowo dalam Debat Capres

Dalam hasil laporan yang terbit di jurnal Current Biology, para ilmuwan mencatat beruk berpotensi menjadi agen pengendali hama.

"Kera ekor babi menemukan tikus yang bersembunyi pada lubang batang kelapa sawit. Satu kelompok beruk dapat menangkap lebih dari 3.000 tikus per tahun," ujar pemimpin penulis Anna Holzner dalam sebuah pernyataan.

Dengan perilaku ini, ahli memperkirakan beruk dapat menekan hasil panen yang berkurang, dari awalnya 10 persen menjadi 3 persen untuk perkebunan seluas 400.000 hektar. Ini setara dengan menyelamatkan Rp 9,1 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X