Salin Artikel

Beruk Ternyata Suka Makan Tikus, Bisa Jadi Agen Pengendali Hama

Bagaimana tidak, para ilmuwan baru mengetahui bahwa beruk yang tinggal di kawasan hutan hujan dan perkebunan kelapa sawit di Malaysia, lebih suka makan tikus dibanding buah kelapa sawit.

Fakta ini dipercaya dapat membantu produksi minyak kelapa sawit dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan perkebunan.

Dilansir IFL Science, Rabu (23/10/2019), para peneliti mempelajari perilaku beruk sejak Januari 2016 hingga September 2018.

Sebelum dilakukan riset, beruk dianggap sebagai primata pemakan buah, termasuk buah kelapa sawit. Namun bukti di lapangan berkata lain.

Beruk hanya mengonsumsi 12 ton buah kelapa sawit dalam satu tahun, atau setara 0,5 persen dari hasil panen perkebunan yang luasnya 400.000 hektar.

Alih-alih makan buah kelapa sawit, beruk rupanya lebih menyukai berburu tikus di tengah perkebunan. Bayangkan, satu kelompok beruk bisa memangsa lebih dari 3.000 ekor tikus dalam setahun.

Secara tidak langsung, perilaku beruk yang suka makan tikus akan sangat membantu petani kelapa sawit. Apalagi, keberadaan tikus di perkebunan dapat mengurangi hasil panen sampai 10 persen.

"Saya sangat terkejut ketika mengamati beruk makan tikus di perkebunan," kata rekan penulis studi Nadine Ruppert.

"Yang paling mengejutkan, ternyata beruk bisa makan begitu banyak daging. Beruk selama ini dikenal sebagai primata pemakan buah, hanya sesekali mereka makan burung kecil atau kadal," sambung Ruppert.

Dalam hasil laporan yang terbit di jurnal Current Biology, para ilmuwan mencatat beruk berpotensi menjadi agen pengendali hama.

"Kera ekor babi menemukan tikus yang bersembunyi pada lubang batang kelapa sawit. Satu kelompok beruk dapat menangkap lebih dari 3.000 tikus per tahun," ujar pemimpin penulis Anna Holzner dalam sebuah pernyataan.

Dengan perilaku ini, ahli memperkirakan beruk dapat menekan hasil panen yang berkurang, dari awalnya 10 persen menjadi 3 persen untuk perkebunan seluas 400.000 hektar. Ini setara dengan menyelamatkan Rp 9,1 miliar.

https://sains.kompas.com/read/2019/10/25/183200923/beruk-ternyata-suka-makan-tikus-bisa-jadi-agen-pengendali-hama

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena Ekuiluks Terjadi di Indonesia Sebulan ke Depan, Apa Dampaknya?

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.