Kompas.com - 22/10/2019, 18:05 WIB
Ilustrasi mie instan Gunawan KartapranataIlustrasi mie instan

"Inilah juga bahayanya. Karena kandungan natriumnya tinggi, orang kita bahkan dikonsumsi dua bungkus sekali makan, atau dua kali sehari. Tuh kebutuhan yang cuma 2 mg garam tadi, dengan satu bungkus aja sudah kelebihan kadar kebutuhan garam sebenarnya," ujarnya.

Baca juga: Sehat atau Tidak? Begini Kandungan Nutrisi dalam Mi Instan

Padahal, makanan lainnya selain mi instan yang dimakan dalam sehari juga akan mengandung garam atau natrium juga.

"Nah ini kalau dilakukan dalam jangka panjang ya potensinya pasti hipertensi, atau dewasanya nanti anak itu risikonya besar hipertensi," ucap dia.

2. Lemak

Bahan utama pembuatan mi instan selain tepung ialah telur atau kuning telur. Kata Samuel, rata-rata ada 200 mg kolesterol dalam sebutir telur.

Baca juga: Ketahui Efek Mi Instan Super Pedas pada Lambung

Hal ini dianggap menjadi pemicu seseorang yang sering mengkonsumsi mi instan mengalami peningkatan kolesterol.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ingatlah semakin enak mi (instan) itu, maka semakin banyak juga pakai telur biasanya. Ya jadi lemaknya banyak, kolesterol juga meningkat," kata dia.

3. Karbohidrat

Bahan utama pembuatan mi yaitu tepung. Seperti yang diketahui secara umum, bahwa tepung memiliki kandungan karbohidrat.

"Kalau ada karbohidrat dan kebanyakan, ya kemungkinan terjadi gula darah, diabetes, kegemukan," ucap Samuel.

Ironisnya lagi, kata dia, anak-anak di Indonesia kebanyakan diberikan konsumsi mi instan bahkan dua porsi sekaligus dengan tambahan telur, kornet, ataupun keju.

"Udah mi itu tinggi kolesterol karena bahannya udah ada telurnya, eh di tambah telur lagi masaknya bahkan dua juga kadang, di tambah keju atau kornet pula. Udah bayangkan aja tuh gimana," katanya.

Baca juga: Makan Mie Instan Kok Bikin Kita Cepat Lapar?

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.