Tanpa Modifikasi Gen, Peneliti Berhasil Memanjangkan Umur Tikus

Kompas.com - 21/10/2019, 17:36 WIB
Ilustrasi tikus Francisco MartinsIlustrasi tikus

KOMPAS.com – Tahukah Anda tentang telomer? Telomer adalah bagian paling ujung dari DNA linear yang selalu berulang-ulang. Telomer berperang penting dalam menjaga kestabilan genom tiap sel dalam tubuh kita.

Telomer pula yang menjadi fokus eksperimen para peneliti. Baru-baru ini, sekelompok peeliti dari Spanish National Cancer Research Center (CNIO) berhasil memanjangkan umur tikus sebesar 24 persen hanya dengan memanjangkan telomer.

Faktanya, semakin usia bertambah, semakin pendek pula telomer. Banyak studi yang meneliti faktor-faktor kekuatan pada telomer, dan bagaimana untuk menjaganya agar tetap panjang.

Namun, sampai saat ini studi tersebut pasti mencakup modifikasi gen. Dengan modifikasi gen, para peneliti memang bisa memanjangkan telomer hingga dua kali lipat ukuran aslinya.

Baca juga: Mengenal CRISPR, Metode Baru untuk Mengganti dan Modifikasi Gen

Namun penelitian terbaru ini bisa memanjangkan telomer tanpa modifikasi gen. Para ilmuwan ini menggunakan embryo sel dari tikus yang telomer-nya masih berukuran panjang.

“Penemuan ini memperjelas fakta bahwa untuk membuat usia lebih panjang, gen bukanlah satu-satunya hal yang patut diperhatikan,” tutur ahli biologi molekul, Mario Blasco seperti dikutip dari Science Alert, Senin (21/10/2019).

Ilustrasi telomerISTOCK Ilustrasi telomer

Dengan suntikan embryo sel tersebut, tikus hidup 24 persen lebih lama dari usia rata-rata. Tikus tersebut juga lebih kurus, dan tidak rentan terhadap kanker. Beberapa indikator penuaan juga menurun.

Baca juga: Kali Pertama, Modifikasi Gen Sembuhkan HIV pada Hewan Hidup

Dalam tubuh tikus tersebut terdapat pengurangan kolesterol jahat, dan DNA mereka tidak rusak seperti layaknya hewan lain saat bertambah tua. Hal lainnya adalah mitokondria (tempat berlangsungnya fungsi respirasi sel) pada tubuh tikus tersebut berfungsi secara lebih baik.

Penemuan ini cukup bombastis. Namun perlu diingat, ini merupakan eksperimen kecil terhadap sekelompok kecil tikus. Bukan berarti eksperimen yang sama bisa dilakukan terhadap manusia, walaupun kemungkinan tersebut ada.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X