Kompas.com - 16/10/2019, 17:03 WIB
Zaskia Adya Mecca saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2019). KOMPAS.com/IRA GITAZaskia Adya Mecca saat ditemui di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/7/2019).

KOMPAS.com - Menyoal penyakit asma, Zaskia Adya Mecca sangat menyayangkan bahwa tidak semua pusat pelayanan kesehatan primer atau puskesmas memiliki nebulizer sebagai pertolongan pertama penderita asma.

Nebuliser atau nebulizer merupakan alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap untuk dihirup ke dalam paru-paru. Nebulizer biasa digunakan untuk pengobatan fibrosis sistik, asma, PPOK dan penyakit pernapasan lainnya.

Keprihatinan Zaskia muncul setelah dia ikut program riset intervensi kesenjangan penyakit asma di sejumlah puskesmas Indonesia bersama HOPE Project Indonesia, Kementerian Kesehatan, UGM dan Heart Lung Indonesia.

"Aku agak sedih waktu diajak lihat puskesmas dan kaget ya, tahu kalau masih banyak puskesmas ngasih obat oral ke pasien asma, bukan nebulizer," kata Zaskia di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Kisah Zaskia Adya Mecca Rawat Tiga Anak yang Memiliki Asma

Obat oral merupakan jenis obat yang dikonsumsi melalui obat, biasanya berupa pil atau tablet. Jenis obat inilah yang paling umum dikonsumsi pasien asma di Indonesia.

Perbedaan obat oral dan nebulizer

Menurut Zaskia yang memiliki pengalaman merawat tiga orang anak dengan riwayat asma, ada perbedaan obat oral dengan nebulizer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anak-anak saya dikasih obat (oral), kalau (saat) dinebu (nebulizer) tidak work," imbuh dia.

Zaskia bercerita, ketika dirinya tidak tahu beda obat oral dan nebulizer, dia bertanya ke dokter asma yang merawat anak-anaknya, 'kenapa saat anak asma tidak diberi obat oral saja supaya lebih simpel dibanding harus pakai nebulizer'.

Saat itu dokternya menerangkan, bila obat dikonsumsi dalam waktu jangka panjang, lebih baik menggunakan dosis ringan seperti nebulizer.

"Makanya pakai nebulizer dulu, baru nanti diikuti obat oral yang diresepkan, biar tidak salah, karena penyakit asma ini penyakit yang serius loh, enggak sepele," tuturnya.

Baca juga: Asma, Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diidap Orang Indonesia

Karena itu, Zaskia berharap pemerintah juga dapat mendukung fasilitas nebulizer di seluruh pelayanan kesehatan, terutama puskesmas.

Ini karena puskesmas merupakan pusat layanan kesehatan yang paling mudah dijangkau masyarakat dan biasanya jadi tempat yang pertama dikunjungi masyarakat sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Juga kalau untuk pribadi, beli nebulizer sendiri. Harganya engak mahal kok, ada yang Rp 300 ribu, paling mahal ada yang Rp 700 ribu dan itu lebih murah jika dibandingkan harus terus-menerus ke puskesmas atau rumah sakit," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.