Asma, Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diidap Orang Indonesia

Kompas.com - 15/10/2019, 11:09 WIB
Ilustrasi asma catinsyrupIlustrasi asma

"Tiga daerah tersebut dipilih karena beban penyakit asma berada tinggi di atas 6,4 persen hingga 7 persen (di sana), dan itu di atas rata-rata nasional sekitar 2,7 persen," kata Agus di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Bukan Mitos, Tertawa Terlalu Kencang Bisa Picu Serangan Asma

Kesenjangan penyakit asma

Seperti dijelaskan sebelumnya, program intervensi yang dilakukan Agus dan koleganya bertujuan untuk mengatasi kesenjangan penanganan penyakit asma.

Agus mengatakan, ada lima kesenjangan penyakit asma di puskesmas.

  1. Pendidikan dokter umum tentang tata laksana asma baik itu tentang penyakit maupun terapi.
  2. Pendistribusian pedoman asma dari Departemen Kesehatan.
  3. Mengembangkan buku pasien asma dan melakukan train the trainer.
  4. Pendampingan klinis oleh pulmonologi.
  5. Ketersediaan obat-obatan dan insfratruktur.

Hasil intervensi penyakit asma selama lima bulan menunjukkan, sebagian besar pasien asma yang datang ke puskesmas berada dalam usia produktif. Sekitar 20 persen pasien asma merupakan anak usia sekolah berumur 6-19 tahun, dan 46 persen adalah dewasa usia kerja pada rentang umur 20-55 tahun.

"Juga dari progam intervensi ini, 500 tenaga kesehatan dan lebih dari 400 pasien meningkat pengetahuannya untuk taat terhadap tata laksana pengobatan klinis asma yang baik," ujarnya.

Hasil dari program intervensi inilah yang dinyatakan Agus, harusnya menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menyediakan solusi bagi pengobatan asma dari tingkat pertama pelayanan kesehatan yaitu puskesmas.

"Dengan menurunkan angka bebas kematian akibat asma, akan menurunkan juga beban ekonomi keluarga dan pemerintah," tutup dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X