Bukan Mitos, Tertawa Terlalu Kencang Bisa Picu Serangan Asma

Kompas.com - 08/09/2019, 18:32 WIB
Ilustrasi tertawa DragonImagesIlustrasi tertawa

KOMPAS.com - Jika Anda punya riwayat asma, Anda mungkin akan menjauhi hewan berbulu dan tempat yang berdebu. Namun, tahukah bahwa tertawa kencang juga bisa memicu asma kambuh?

Asma biasanya ditandai dengan kondisi seperti sesak di dada, gangguan tidur seperti insomnia, batuk, atau kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, termasuk alergi terhadap makanan, kebiasaan merokok, hingga olahraga yang terlalu berat.

Nyatanya, tertawa berlebihan bisa menyebabkan asma Anda kambuh. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Asthma.

Baca juga: Uji Sementara Tunjukkan Obat Asma Bisa Memperlambat Kerusakan Saraf

Dalam riset tersebut diketahui bahwa hasil survey yang dilakukan terhadap penderita asma dan data yang dimiliki rumah sakit menyatakan bahwa tertawa kencang juga dapat menyebabkan adalah salah satu faktor yang cukup sering menyebabkan serangan asma.

Tertawa terlalu keras dapat menyebabkan otot-otot di bagian saluran napas menjadi kaku. Otot yang tegang dan kaku tersebut otomatis mempersempit saluran napas, hingga akhirnya menyebabkan serangan asma.

Gejala dari serangan asma yang biasanya dialami oleh orang yang tertawa terlalu kencang adalah batuk, mengi atau napas mengeluarkan bunyi, kesulitan bernapas, atau sesak di dada.

Tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa tertawa juga dapat menyebabkan Anda mengalami serangan asma yang cukup serius.

Jika tidak ditangani dengan baik, kebiasaan tertawa kencang dapat berujung pada risiko kematian pada penderita asma seperti kegagalan pernapasan atau gagal jantung.

Jika Anda memiliki kebiasaan tertawa terbahak-bahak yang sering menyebabkan Anda mengalami serangan asma secara mendadak, cobalah untuk berkonsultasi kepada dokter untuk menemukan jalan keluarnya.

Sebab, meski tertawa dapat menyebabkan asma, tertawa adalah sebuah reaksi dari rasa bahagia yang tidak boleh dikecilkan maknanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X