Istri TNI Hujat Wiranto di Medsos, Kenapa Kita Susah Bijak Bermedsos?

Kompas.com - 12/10/2019, 19:04 WIB
Kolonel Kav Hendi Suhendi (kiri) menyaksikan Kolonel Inf Alamsyah (kanan) diambil sumpahnya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari saat upacara serah terima jabatan di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung Komandan Korem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto dan dihadiri Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi. ANTARA FOTO/Jojon/ama. ANTARA FOTO/JOJONKolonel Kav Hendi Suhendi (kiri) menyaksikan Kolonel Inf Alamsyah (kanan) diambil sumpahnya sebagai Komandan Kodim 1417 Kendari saat upacara serah terima jabatan di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung Komandan Korem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto dan dihadiri Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi. ANTARA FOTO/Jojon/ama.

KOMPAS.com - Tiga anggota TNI dicopot dari jabatannya karena istri-istri mereka mengunggah postingan negatif mengenai peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial.

Dijelaskan oleh Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XIV Hasanuddin Letnan Kolonel Maskun Nafik, sikap atau pernyataan istri personel TNI bisa berimplikasi menjadi gangguan atau polemik di dalam kondisi sosial masyarakat, sehingga dapat menjatuhkan kehormatan sang prajurit militer.

Selain itu, para prajurit dan keluarga TNI juga sudah diingatkan untuk tidak membuat atau membagikan konten yang menjatuhkan martabat militer.

Dilansir dari artikel Kompas.com, Sabtu (12/10/2019); Pengamat terorisme dari Universitas Islam Negeri ( UIN) Jakarta Roby Sugara melihat kasus ini sebagai bagian dari era disrupsi yang dimanfaatkan oleh teroris.

Baca juga: Trending #YoongiWeLoveYou dan Militansi Fans Kpop di Media Sosial

Para istri disebutnya korban dari narasi negatif yang dialamatkan ke Wiranto atau pemerintah, di samping tidak bisa menyaring berita dan menyadari bahwa suaminya adalah abdi negara.

Ada 4 alasan kita susah bijak di medsos

Kesulitan untuk menyaring berita dan bersikap bijak di media sosial sebetulnya telah menjadi perhatian para ahli sejak lama. Pasalnya, sudah cukup banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan berurusan dengan hukum karena unggahan yang salah di media sosial.

Dilansir dari Kompas.com, 22 Juli 2019; kajian para ahli menunjukkan bahwa setidaknya ada empat alasan kita menjadi lebih agresif dan sulit berpikir panjang ketika menggunakan media sosial.

1. Kontrol diri yang menurun

Menurut studi oleh profesor Universitas Kolombia Keith Wilcox dan profesor Universitas Pittsburgh Andrew Stephen, media sosial memang menurunkan kontrol diri kita.

Sebabnya adalah tanggapan positif di media sosial, yang bisa berupa "like". Tanggapan positif ini seperti efek perizinan yang membuat kita merasa memiliki hak, menaikkan ego dan menurunkan kontrol diri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X