Kompas.com - 12/10/2019, 12:04 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

KOMPAS.com - Meningkatnya penderita jantung yang disebabkan karena gaya hidup, mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan terutama praktisi dan aktivis kesehatan.

Merujuk data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), di Indonesia angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Setidaknya 15 dari 1.000 orang atau sekitar 2,8 juta individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) yang diketuai oleh Esti Nurjadin merasa prihatin dengan peningkatan kasus penderita penyakit jantung. Oleh karena itu, YJI dan praktisi kesehatan lainnya tidak pernah berhenti untuk terus mengampayekan gaya hidup sehat.

Baca juga: Penyakit Jantung Bawaan, Bagaimana Penanganannya?

Hal yang perlu disadari adalah gaya hidup sehat juga berupaya untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai program yang dirasa dapat mendukung penekanan angka kematian dari penyakit jantung pun dilakukan oleh YJI. Misalnya kegiatan promotif, preventif dan kuratif.

Pada kegiatan promotif, pihak YJI akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk dapat melakukan penyuluhan kepada masyarakat luas.

"Terutama melalui media kami memberikan penyuluhan ini, karena masyarakat sekarang apa-apa lihat di media. Maka dari itu inginnya membuat masyarakat sadar atau menyadari bahwa menjaga kesehatan itu penting. Terutama untuk menghindari berbagai penyakit berbahaya termasuk penyakit jantung yang bisa menyebabkan kematian ini," kata Esti di Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: 3 Faktor Risiko yang Memicu Bayi Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ada pula kegiatan preventif atau kegiatan olahraga jantung sehat melalui Klub Jantung Sehat dan Klub Jantung Remaja yang tersebar di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan mengingat kurangnya keinginan ataupun niat berolahraga secara pribadi oleh kebanyakan masyarakat.

Oleh sebab itu, klub atau perkumpulan berolahraga terkhusus pada kesehatan jantung sengaja dibuat agar ada keterkaitan yang menjadi kegemaran bagi masyarakat untuk melakukan olahraga.

"Kita juga fokus ke milenial juga, karena penyakit jantung ini sekarang gak semua orang usia lanjut, tetapi dari beberapa penelitian dan prevalensi justru kaum muda lebih banyak terkena penyakit jantung," ujarnya.

Ilustrasi olahragashutterstock Ilustrasi olahraga

Berikutnya yaitu kegiatan kuratif atau rehabilitasi, berupa bantuan biaya bedah dan non-bedah penyakit jantung bawaan, dan pengembangan penelitian penyakit jantung dan pembuluh darah.

Serta, kegiatan deteksi dini dan skrining untuk mengetahui risiko penyakit kardiovaskular di masyarakat.

Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisir penyakit jantung yang kronis, dan sulit disembuhkan jika tidak dilakukan deteksi sejak dini atau awal dan screening yang jelas terhadap risiko penyakit jantung tersebut.

Hingga saat ini diketahui bahwa penderita penyakit jantung berasal dari berbagai kelas lapisan masyarakat. Oleh sebab itu RS Metropolitan Medical Centre (MMC) memberikan perhatian lebih terhadap penyakit nomor satu di dunia sebagai penyebab kematian ini.

Baca juga: Panduan Makan Sehat untuk 9 Penyakit, dari Jantung sampai Diabetes

Hal yang dilakukan oleh RS MMC yaitu meningkatkan fasilitas dan pelayanan bagi pasien penyakit jantung, melalui berbagai peralatan dengan teknologi terbaru untuk penanganan penyakit jantung yang disediakan.

Direktur Utama RS MMC, Dr Roswin R Djaafar MARS, mengatakan bahwa dalam peringatan Hari Jantung Sedunia pada tanggal 29 September, pihak RS menggadang kampanye 'Save Our Heart'.

"Di mana kami sebagai pelaku di dunia kesehatan, mengajak masyarakat untuk perduli terhadap kesehatan jantung, baik itu pencegahan maupun perawatan apabila terjadi gangguan pada jantung. Ke depan, kami akan secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung koroner ini," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X