Pom Bensin Cipayung Terbakar karena Radiasi Ponsel, Ahli LIPI: Tidak Mungkin

Kompas.com - 11/10/2019, 18:03 WIB
Kondisi Pom bensin di Jalan Pagelarang, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang terbakar, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIKondisi Pom bensin di Jalan Pagelarang, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang terbakar, Jumat (11/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.comPom bensin di Jalan Pagelarang, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, terbakar pada Jumat (11/10/2019). Terbakarnya pom bensin ini diduga karena radiasi ponsel konsumen.

Peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Dr Yuyu Wahyu, menampik dugaan tersebut.

“Sepertinya tidak mungkin. Sampai sekarang belum ada bukti radiasi ponsel menyebabkan terbakarnya pom bensin. Karena pom bensin terbakar bukan karena radiasi, tapi karena percikan api,” tutur Dr Yuyu kepada Kompas.com, Jumat (11/10/2019).

Apa yang terjadi ketika kita menggunakan ponsel saat sedang berada di pom bensin? Dr Yuyu menyebutkan, ketika kita menggunakan ponsel, radiasi muncul untuk sinyal bisa mencapai BTS.

“Besar atau tidaknya radiasi tergantung dengan dekat atau tidaknya kita ke BTS. Semakin jauh, maka semakin besar juga radiasi elektromagnetiknya,” jelas ia.

Baca juga: Mesin “X-ray” di Bandara Keluarkan Radiasi, Perlukah Khawatir?

Hal itu juga berlaku ketika kita menggunakan saluran telepon. Namun, lanjut dr Yuyu, sebesar-besarnya radiasi yang muncul dari ponsel tidak akan menimbulkan percikan api.

“Belum pernah terbukti radiasi bisa menimbulkan api sehingga pom bensin terbakar. Terbakar itu pasti dari api,” tambahnya.

Ilustrasi Radiasi PonselGeralt Ilustrasi Radiasi Ponsel

Larangan menggunakan ponsel di pom bensin

Dari situs resmi LIPI, Dr Ir R Harry Arjadi M.Sc. selaku peneliti dari Pusat Penelitian Teknologi Pengujian mengatakan bahwa radiasi elektromagnetik yang ditimbulkan oleh ponsel sudah tercampur dan terurai dengan komponen di udara.

Lalu, mengapa ada larangan menggunakan ponsel di pom bensin?

“Kerugian sebenarnya ada di konsumen pengguna telepon selular itu sendiri. Sebenarnya, larangan tersebut ditujukan untuk melindungi akurasi takaran mesin elektrik pompa BBM,” jelas Dr Harry.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X