Mesin “X-ray” di Bandara Keluarkan Radiasi, Perlukah Khawatir?

Kompas.com - 10/06/2019, 17:07 WIB
Ilustrasi bandaraPolitikaner/Wikipedia Ilustrasi bandara

KOMPAS.com – Dengan berakhirnya libur lebaran, semakin banyak orang Indonesia yang kembali dari kampung halaman untuk mulai bekerja. Salah satu moda transportasi yang paling umum digunakan untuk perjalanan jarak jauh adalah dengan pesawat terbang.

Nah, sebelum menaiki pesawat terbang, terkadang kita diminta untuk melalui berbagai jenis pengamanan, termasuk mesin X-ray (sinar X) yang memindai tubuh.

Dilansir dari Live Science, Minggu (8/6/2019); mesin ini secara konstan mengeluarkan radiasi berlevel rendah. Jika pemindaian sinar X medis hanya boleh dilakukan jika betul-betul diperlukan, maka haruskah kita juga merasa khawatir akan mesin sinar X di bandara?

Untungnya, jawabannya adalah tidak. Dr Lewis Nelson, profesor dan kepala pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School menjelaskan bahwa radiasi dibagi menjadi dua macam: ionizing, seperti yang dikeluarkan oleh mesin sinar X, dan non-ionizing,seperti gelombang radio dan magnetik.

Baca juga: Studi Baru di Bandara: Baki X-Ray Paling Kotor, Toilet Paling Bersih

Radiasi yang bersifat ionizing memang bisa memiliki cukup energi untuk melemparkan elektron keluar dari atom, sehingga timbul radikal bebas yang merusak DNA dan meningkatkan risiko terjadinya kanker. Akan tetapi, ini hanya terjadi bila radiasi diterima tubuh pada dosis tinggi.

Sementara itu, hanya setengah mesin sinar X di bandara yang mengeluarkan radiasi bersifat ionizing dan itu pun dosisnya tidak cukup tinggi untuk merusak tubuh, sekitar 0,1 microsievert atau seperseribu dari mesin pemindai X-ray medis untuk dada menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology.

“(Dosisnya) sangat kecil sampai tidak ada efeknya,” ujar Nelson.

Dia berkata bahwa dibanding mesin sinar X di bandara, Anda lebih banyak terpapar radiasi ketika berada di udara. Dosis radiasi dari sekali pemindaian mesin sinar X di bandara setara dengan dosis radiasi yang dialami ketika berada di dalam pesawat selama satu menit.

Selain itu, estimasi NASA juga mengungkapkan bahwa Anda juga mendapat sedikit radiasi yang bersifat ionizing dari mayoritas makanan.

Nelson mengatakan, dosisnyalah yang beracun. Segala hal bisa menjadi beracun jika mencapai dosisnya. Segalanya juga menjadi tidak beracun bila dosisnya tidak mencukupi.




Close Ads X