Hari Kesehatan Mental Sedunia, Menkes: Jangan Didik Anak Jadi Brutal

Kompas.com - 10/10/2019, 13:05 WIB
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat meresmikan Undata Medical Center di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (10/10/2019). dok. KemenkesMenteri Kesehatan Nila F Moeloek saat meresmikan Undata Medical Center di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (10/10/2019).

KOMPAS.com - Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh pada hari ini (10/10/2019) mengingatkan kita untuk tidak tinggal diam jika mengalami stres.

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek usai meresmikan Undata Medical Center di Palu, Sulawesi Tengah.

“Harapan saya, kita bisa menghindari sakit jiwa. Kalau mengalami stres atau depresi harus cepat ditolong, sehingga kita bisa menangani tanda-tanda sakit jiwa,” tutur Menkes, Selasa (10/10/2019).

Selain itu, Menkes mengatakan, Hari Kesehatan Mental Sedunia juga mengingatkan orangtua agar mendidik anak mereka dengan baik.

Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Bagaimana Cara Menyayangi Diri?

“Kalau boleh komentar tentang anak-anak demo kemarin, menurut saya enggak benar itu (anak-anak demo). Apalagi masih SMP dan SMA. Orangtua harus menjaga dengan baik,” katanya.

Menkes juga mengatakan bahwa generasi muda Indonesia harus sadar bahwa yang diperjuangkan tetaplah negara kita.

“Jangan mendidik anak muda jadi brutal. Itu harus diingat,” tambahnya.

Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, Nila meresmikan Undata Medical Center yang merupakan bagian dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata di Palu.

Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia, Pencegahan Bunuh Diri Dimulai dari Diri

Selain Undata yang bertipe B, satu lagi RSUD di Palu adalah RSUD Madani yang fokus terhadap kesehatan jiwa. RSUD Madani merupakan rumah sakit bertipe C.

“Saya sangat senang karena ada RS Madani itu, mengingatkan kita (warga setempat) terhadap pentingnya kesehatan mental,” tutur Nila.

Untuk diketahui, para pelajar ikut melakukan aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR, Senayan pada bulan September lalu. Para pelajar berdemo dengan masih mengenakan seragam OSIS dan pramuka.

Sayangnya, aksi para pelajar berakhir ricuh dengan sejumlah pelajar diamankan dan beberapa di antaranya terluka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X