Kompas.com - 10/10/2019, 07:05 WIB

KOMPAS.com- Bunuh diri merupakan satu dari tiga penyebab utama kematian pada kelompok umur 15 hingga 44 tahun, dan nomor dua untuk kelompok 10 hingga 24 tahun.

Berdasarkan data tahun World Health Organization (WHO) tahun 2010, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100 ribu jiwa. Ini artinya, kasus bunuh diri menjadi fokus yang harus disadari oleh masyarakat.

Antusiasme masyarakat Indonesia untuk membangun kesadaran tentang pencegahan bunuh diri dan kesehatan mental cukup banyak. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kampanye yang dilakukan oleh para influencer, komunitas, dan yayasan untuk pencegahan bunuh diri.

Namun, ada langkah antisipasi bunuh diri yang sangat penting, yaitu mengenal diri sendiri.

Dalam seminar peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri yang bertajuk “Prevent Suicide by Loving Yourself” yang diselenggarakan oleh Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di UI Salemba (9/10), dr. Sylvia D Elvira, SpKJ (K), mengatakan bahwa self awareness dapat menjadi langkah awal mencegah bunuh diri.

Baca juga: Setiap 40 Detik Seseorang di Dunia Bunuh Diri, Bagaimana Mencegahnya?

"Jadi self awareness adalah perhatian terhadap diri sendiri untuk mendalami hal-hal yang dilakukan terhadap lingkungan sekitar. Setelah itu baru bisa memahami dunia luar," ujar Sylvia.

Self awareness adalah sikap yang berupaya memerhatikan pikiran, perilaku, dan perasaan. Bila Anda memiliki sikap ini dalam diri, maka Anda akan dapat memberikan dampak positif bagi orang lain.

Self awareness dapat ditanam sejak lahir. Kesadaran ini telah diteliti oleh penemu teori perkembangan psikososial, Erik Erikson.

Menurut Erikson, selain faktor jenis kelamin faktor-faktor sosial juga dapat memengaruhi perkembangan diri seseorang dalam mencari identitas dirinya.

Idealnya, manusia akan mencari dan mendapatkan jati dirinya pada fase identity vs role confusion.

Baca juga: Bagaimana Mengenali dan Merespons Gelagat Bunuh Diri?

Selain perkembangan, faktor lainnya adalah aspek biopsikososial (biologi, psikologi, dan sosial). Contohnya anak yang memiliki orangtua yang sibuk cenderung kurang terbuka dengan orangtuanya sehingga ia lebih dekat dengan teman sepergaulannya.

Lalu, bagaimana cara mengembangkan self awareness? berikut cara-cara untuk mengembangkan self awareness dalam diri manusia, yaitu:
• Meminta feedback dari orang lain.
• Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri Anda.
• Introspeksi diri.
• Jangan takut untuk “berbicara sendiri”.
• Coba berkata “tidak” untuk hal-hal yang Anda tidak suka atau tidak Anda inginkan.
• Pertimbangkan ulang setiap Anda mengambil keputusan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.