Kompas.com - 08/10/2019, 18:33 WIB
Profil pemenang Penghargaan Nobel Kedokteran 2019 baru saja diumumkan, Senin (7/10/2019). Profil pemenang Penghargaan Nobel Kedokteran 2019 baru saja diumumkan, Senin (7/10/2019).

KOMPAS.com - Hadiah Nobel Kedokteran tahun 2019 diberikan kepada William Kaelin Jr, Sir Peter Ratcliffe, dan Gregg Semenza. Ketiganya mengungkap bagaimana sel manusia beradaptasi terhadap perubahan tingkat oksigen di dalam tubuh.

"Penemuan trio ilmuwan ini membuka jalan untuk memerangi anemia, kanker, dan banyak penyakit lain," ungkap anggota komite Nobel ketika mengumumkan penghargaan tersebut di Karolinska Institute, Stockholm, Senin (7/10/2019), seperti diwartakan CNN.

Sudah lama kita tahu oksigen merupakan zat penting untuk kehidupan. Semua makhluk butuh oksigen untuk hidup, tapi bagaimana sel tubuh bekerja dan bereaksi terhadap perbedaan level oksigen tak ada yang mengetahuinya.

Salah satu anggota komite Nobel Randall Johnson mendeskripsikan penemuan Willian Kaelin dan timnya sebagai buka panduan penting yang nantinya harus dipelajari anak-anak di seluruh dunia.

Baca juga: Bermain Cahaya, 3 Ilmuwan Menangkan Penghargaan Nobel Fisika 2018

"Ini adalah ilmu biologi dasar yang harus dipelajari semua siswa pada usia 12-13 tahun atau mungkin lebih muda. Anak-anak harus tahu bagaimana proses sel bekerja," ujar Johnson.

Kenapa mereka patut mendapat penghargaan Nobel?

Oksigen merupakan sumber kehidupan organisme hidup.

Menurut Dr. George Daley, dekan Fakultas Kedokteran Harvard, tanpa oksigen sel tidak bisa bertahan hidup. Namun kebanyakan atau kekurangan oksigen juga bisa mengancam nyawa makhluk hidup.

"Ketiga peneliti ini mencoba menjawab pertanyaan, bagaimana sel mengatur respons tersebut," ungkap Daley, dilansir New York Times, Senin (7/10/2019).

Para peneliti berhasil mengungkap respons genetik dengan sangat rinci terhadap perubahan kadar oksigen yang memungkinkan sel-sel dalam tubuh manusia dan hewan merasakan dan merespons fluktuasi, menambah dan mengurangi kadar oksigen yang diterima tubuh.

Kaelin dan timnya sudah mempelajari topik ini selama lebih dari dua dekade untuk menentukan bagaimana sel dapat bereaksi dan beradaptasi dengan perubahan ketersediaan oksigen.

Ketiga ilmuwan mengidentifikasi mekanisme molekuler yang mengatur aktivitas gen dalam menghadapi berbagai tingkat oksigen.

Baca juga: Ig Nobel 2018: Naiklah Roller Coaster untuk Sembuhkan Batu Ginjal

Johnson mengatakan, hal ini penting ketika tubuh beradaptasi berada di ketinggian tertentu atau bagaimana sel kanker bekerja dalam membajak oksigen.

Menurut Johnson, ketiga ilmuwan itu berhak mendapat Penghargaan Nobel Kedokteran karena bisa menyajikan riset yang lengkap dan jelas.

"Lewat studi yang sangat jelas ini kita dapat memahami peralihan biologis mendasar yang benar-benar memengaruhi seluruh kehidupan makhluk hidup yang menghirup oksigen," tutup Johnson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.