Harta Karun di Lokasi Karhutla Peninggalan Sriwijaya? Para Ahli Bilang Belum Tentu

Kompas.com - 07/10/2019, 18:08 WIB
Koin emas yang ditemukan di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (7/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAKoin emas yang ditemukan di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Senin (7/10/2019).

KOMPAS.com - Masyarakat digemparkan dengan penemuan benda di sekitar lahan gambut terbakar di Palembang. Benda-benda tersebut dikatakan sebagai harta karun dari Kerajaan Sriwijaya.

Lahan yang dimaksudkan termasuk ke dalam gambut yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2019. Tepatnya di Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruji, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Kabar terbaru ini menjadikan banyak masyarakat yang penasaran atas kebenaran hal itu. Kompas.com menghubungi arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Sumsel), Retno Purwanti untuk meminta penjelasan dari penemuan terkait.

Baca juga: Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Lokasi Karhutla, Ini Penjelasannya

Berdasarkan penjelasan dari Retno, hingga saat ini benda-benda yang ditemukan warga tersebut belum bisa dipastikan adalah peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

"Yang saya tahu dari foto dan kabarnya kan itu masyarakat ketemunya emas, koin dan manik-manik. Tapi kami sendiri dari balai arkeologi Sumsel tidak bisa memastikan itu benda memang ada dan peninggalan Kerajaan Sriwijaya apa bukan, belum bisa dipastikan," kata Retno, Sabtu (5/10/2019).

Selama penelitian yang dilakukan oleh balai arkeologi Sumsel yaitu di sepanjang timur Sumatera temasuk daerah Jambi, diakui Retno memang banyak peninggalan kejayaan masa Kerajaan Sriwijaya.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti saat memberikan keteragan terkait temuan harta karun yang diduga jaman kerajaan Sriwijya di Kabupaten OKI, Jumat (4/10/2019).KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti saat memberikan keteragan terkait temuan harta karun yang diduga jaman kerajaan Sriwijya di Kabupaten OKI, Jumat (4/10/2019).

Sementara masa periode berjaya kerajaan Sriwijaya ada di abad ke-7 hingga ke-12 Masehi, abad ke-13 masa periode kerajaan Sriwijaya telah berganti menjadi masa kejayaan Melayu.

Namun, benda bersejarah yang seringkali ditemukan oleh para arkeolog dalam penyisiran penelitian yang dilakukan ialah seperti pecahan keramik, tembikar, sisa-sisa perahu, sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

"Nah ini kan berbeda dengan yang lagi heboh sekarang. Kalau dari arkeologi itu semua yang ada di temukan lagi penelitian itu diambil. Tapi yang marak di masyarakat itu hanya yang mereka anggap berharga jual, kayak emas, koin atau manik-manik begitu," ujarnya.

Selain itu, para arkeolog belum bisa melakukan identifikasi secara jelas mengenai benda temuan warga tersebut. Kata Retno hal itu dikarenakan ketika warga menemukan yang dianggap bisa dijual, masyarakat akan langsung menjual dan membuang saja benda-benda lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X