Presiden Filipina Duterte Mengaku Idap Myasthenia Gravis, Apa Itu?

Kompas.com - 07/10/2019, 17:03 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. AFP PHOTOPresiden Filipina Rodrigo Duterte.

Penyakit ini paling sering menyerang otot-otot yang mengendalikan gerakan mata dan kelopak mata. Gejala pertama yang terlihat adalah mata terkulai seperti Duterte, atau penglihatannya kabur.

Setelah satu sampai dua tahun, otot-otot lain yang ada di area wajah akan ikut melemah.

Siapa saja dapat mengalami myasthenia gravis. Namun penderita paling umum adalah wanita berusia 20 sampai 40 tahun atau pria berusia 50 sampai 70 tahun.

Jika seorang ibu hamil menderita myastheni gravis, anak yang dilahirkan kemungkinan juga mengalami pelemahan otot (myasthenia neonatal) karena antibodi yang ditransfer ibu ke anak lewat aliran darah.

Beruntung, myasthenia neonatal hanya terjadi sementara. Beberapa minggu setelah lahir, antibodi akan berkembang dan kekuatan otot bayi bisa normal kembali.

Penyebab myasthenia gravis

Dalam kondisi normal, saraf mengarahkan otot untuk mengirimkan pesan melalui reseptor.

Bahan kimia pengirim pesan itu bernama asetilkolin.

Ketika asetilkolin berhubungan dengan reseptor saraf, otot akan berkontraksi dan bekerja.

Namun bagi pengidap MG, mereka memiliki lebih sedikit reseptor asetilkolin dibanding yang dibutuhkan tubuh.

MG dianggap sebagai gangguan autoimun. Pada penyakit autoimun, beberapa antibodi tubuh yang berguna melawan bakteri, virus, dan jamur, salah mengira bagian tubuh sendiri sebagai barang asing dan akhirnya justru menghancurkannya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X