Joker dan Ungkapan ''Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti" dari Kacamata Psikolog

Kompas.com - 07/10/2019, 12:32 WIB
Salah satu adegan di film Joker. Salah satu adegan di film Joker.

Ketika pribadi-pribadi yang lemah seperti karakter Joker tersakiti dan merasa hancur harga dirinya, entah itu karena perkataan, sikap, atau perilaku orang lain, maka si individu tersebut akan goyah jiwanya.

"Pada akhirnya untuk menetralisir rasa sakit, si individu akan melakukan pembenaran perkataan orang lain yang menyakiti dirinya," kata Hening.

Melakukan pembenaran maksudnya adalah bersikap 180 derajat dari sebelumnya. Dari yang tadinya sangat baik menjadi bersikap sangat dingin, jahat, bengis, keji, dan tidak berprikemanusiaan.

Masih menurut Hening, ketika seseorang dengan pribadi lemah dan pikiran tidak stabil menonton film Joker, apa yang dilakukan Joker bisa menjadi inspirasi mereka untuk melakukan sesuatu yang buruk di dunia nyata.

Pasalnya, secara tidak langsung perilaku karakter Joker terekam dalam pribadi-pribadi yang lemah ini.

"Yang dikhawatirkan, jika pada satu titik down atau memiliki konflik dengan pihak lain, ingatan tentang profil Joker akan muncul dan dipraktikkan," kata Hening.

Hal tersebut tidak akan terjadi pada individu yang memiliki konsep diri kuat, berpikiran logis dan positif, serta memiliki kontrol diri dan emosi yang stabil.

Baca juga: It: Chapter 2 Rilis di Indonesia, Kenapa Badut Bikin Seram?

Mengolah diri menjadi pribadi kuat

Menurut Hening, salah satu hal yang penting dan utama untuk menjaga diri agar tidak melakukan hal jahat seperti Joker adalah menguatkan iman dan spiritual, serta hubungan yang sehat dengan lingkungan keluarga dan sosial.

"Hubungan yang baik antara makhluk dengan Sang Khalik adalah penetralisir segala rumitnya dan ruwetnya kehidupan seseorang dengan masalah-masalahnya. Intinya, lebih mudah untuk kembali menggunakan nalar dan penetralisir kekalutan pikiran dan kesedihan hati," jelas Hening.

Sementara jika Anda memiliki kenalan atau kerabat dengan kepribadian lemah, Hening menganjurkan untuk selalu mendukung mereka.

"Katakan bahwa dia bukan satu-satunya orang yang tidak beruntung. Jangan fokus pada kekurangan kita, akan tetapi fokuslan pada kelebihan kita saja. Eksplore, asah, fokus, dan tekuni," kata Hening.

"Sampaikan kepada mereka tentang kisah hidup yang menginspirasi agar bisa menguatkan dan membuat mereka bangkit untuk melanjutkan hidup berkarya," tutupnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X