Joker dan Ungkapan ''Orang Jahat adalah Orang Baik yang Tersakiti" dari Kacamata Psikolog

Kompas.com - 07/10/2019, 12:32 WIB
Salah satu adegan di film Joker. Salah satu adegan di film Joker.

KOMPAS.com - Film Joker garapan sutradara Todd Phillips sudah lima hari menghiasi layar kaca Indonesia dan tetap menjadi perbincangan hangat.

Sisi kelam masa lalu Joker, dibungkus dengan akting memukau Joaquin Phoenix, menjadi salah satu kekuatan utama film ini.

Namun terlepas dari itu, salah satu yang menarik adalah munculnya kalimat 'Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti' dalam jagat maya. Tulisan ini banyak diunggah warganet setelah menonton film berdurasi 122 menit itu.

Tentu saja tak semua orang setuju dengan pernyataan tersebut. Banyak warganet yang justru beranggapan bahwa kalimat tersebut tidak relevan dan omong kosong.

Lantas, bagaimana psikolog memandang pernyataan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakit'? Apakah kalimat tersebut benar, atau justru tameng untuk diri sendiri?

Baca juga: Tertawa Saat Sedih, Kondisi Karakter Joker Namanya PBA dan Bukan Fiksi

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi psikolog sosial Solo Hening Widyastuti.

"Menurut saya pribadi, (pernyataan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakiti') tidak benar," ujar Hening dihubungi Senin (7/10/2019).

Hening melihat, Joker dan ungkapan 'orang jahat adalah orang baik yang tersakiti', hanya berpengaruh pada pribadi-pribadi yang lemah secara emosi ataupun pikirannya. Hal ini bisa terjadi pada remaja dan juga orang dewasa.

"Meski hanya sebuah film, sebuah rangkaian cerita yang disusun terencana oleh penulis skenario, sutradara, tim kreatif, dan pemain, akan tetapi sebuah film mampu mendoktrin dan memengaruhi alam berpikir dan alam bawah sadar manusia, terutama mereka yang tidak stabil emosi dan pikirannya," ungkap Hening.

"Untuk kasus film Joker, tidak bisa dipukul rata. Apa yang dialami Joker hanya bisa terjadi pada jiwa yang lemah dalam prinsip dan konsep diri yang tidak kuat," sambung Hening.

Dia menjelaskan, pribadi yang lemah merupakan pribadi yang memiliki jwa tidak stabil dan tidak memiliki konsep diri yang kuat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X