Kompas.com - 06/10/2019, 17:06 WIB
ilustrasi ubur-ubur ilustrasi ubur-ubur

Ketika Anda mencoba mengeluarkan ubur-ubur dari air dan menaruhnya di daratan, maka dalam beberapa jam ubur-ubur itu menghilang setelah tubuh mereka menguap ke udara.

Mereka memiliki system saraf yang belum sempurna. Jaringan saraf longgar yang terletak di epidermis yang disebut dengan jaringan saraf, tetapi tidak ada otak dan hati. Serta, struktur tubuh mereka sangat tipis sehingga mereka dapat dioksigenasi hanya dengan difusi.

Beberapa jenis ubur-ubur memiliki mata

Beberapa spesies ubur-ubur memiliki penglihatan yang sangat kompleks. Seperti jenis ubur-ubur kotak yang memiliki 24 mata, dua di antaranya mampu melihat warna.

Bahkan juga dipercaya ada ubur-ubur dengan sensor visual yang rumit, hingga dapat melihat dengan pandangan 360 derajat penuh terhadap lingkungan disekitarnya.

Beberapa jenis mungkin abadi

Setidaknya satu spesies unik ubur-ubur yaitu Turritopsis nutricula mungkin tidak pernah benar-benar mati. Ketika terancam, spesies ini mampu menjalani "transdifferensiasi seluler" yaitu suatu proses di mana sel-sel organisme pada tubuhnya menjadi baru kembali.

Buang air besar di tempat mereka makan

Bagaimana menurut Anda? Inilah keunikan dari ubur-ubur. Mereka hanya memiliki satu lubang yang fungsinya sebagai mulut dan anus.

Makhluk paling mematikan di Bumi

Semua ubur-ubur memiliki nematocyst atau struktur menyengat, dengan kekuatan sengatan yang bervariasi tergantung pada jenisnya. Ubur-ubur yang paling berbisa di dunia yaitu ubur-ubur kotak, yang mampu membunuh manusia dewasa hanya dengan sekali sengatan dalam beberapa menit saja.

Pada setiap ubur-ubur kotak, racunnya bisa cukup membunuh lebih dari 60 manusia. Manusia yang tersengat akan mengalami sakit yang sangat menyakitkan. Namun, para peneliti Australia telah mengembangkan penangkal potensial untuk sengatan ubur-ubur kotak.

Telah ke luar angkasa

NASA pertama kali mulai mengirim ubur-ubur ke luar angkasa di atas pesawat ulang-alik Columbia pada awal tahun 1990-an, untuk menguji bagaimana ubur-ubur tersebut bisa beradaptasi dalam lingkungan tanpa gravitasi.

Hal itu dilakukan karena manusia dan ubur-ubur mengandalkan kristal kalsium yang peka terhadap gravitasi khusus untuk mengorientasikan diri. Kristal-kristal itu terletak di dalam telinga bagian dalam pada manusia, dan di sepanjang tepi bawah tubuh ubur-ubur yang mirip jamur.

Baca juga: Invasi Ubur-ubur, dalam 3 Hari 3.500 Warga Australia Dilumpuhkan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber Mnn.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.