Membongkar 5 Mitos dan Fakta tentang Susah BAB atau Sembelit

Kompas.com - 30/09/2019, 18:33 WIB
Ilustrasi buang air besar sambil membawa Hp. Ilustrasi buang air besar sambil membawa Hp.

KOMPAS.com - Susah BAB atau sembelit bisa terjadi pada siapa saja. Penyebabnya juga dipengaruhi oleh beragam faktor, salah satunya dehidrasi.

Terlalu banyak makan dan kurang minum juga biasanya menyebabkan feses, atau dikenal juga dengan sebutan tinja, menjadi lebih keras.

Susah BAB juga mungkin terjadi kepada orang dengan pola makan yang kurang teratur. Misalnya, jarang sarapan dan baru mulai makan pada siang hari.

"Padahal, sarapan pagi diperlukan untuk memicu usus berkontraksi demi melancarkan BAB," kata dr M. Alvin Astian Ardiansyah, seperti dilansir Hello Sehat.

Selain itu, faktor olahraga, kurang makan makanan berserat, dan terlalu banyak konsumsi produk susu juga dapat memicu terjadinya susah BAB.

Baca juga: Awas, Main Hp Saat BAB Picu Risiko Ambeien dan Masalah Lain

Mitos dan fakta sembelit

Bila susah BAB, beberapa orang akan langsung mencari cara untuk melancarkan BAB dengan minum banyak air dan makan serat.

Padahal cara itu belum tentu bisa mengobati sembelit.

Selain kedua hal tersebut, masih ada info-info seputar sembelit yang perlu Anda ketahui kebenarannya.

Berikut adalah mitos dan fakta seputar susah BAB yang sering beredar di masyarakat.

1. Banyak minum air bisa sembuhkan susah BAB

Pernyataan ini mitos. Minum banyak air bukanlah salah satu cara untuk menyembuhkan susah BAB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X