Penularan Penyakit Rabies di NTT Bisa Dicegah, Asalkan...

Kompas.com - 28/09/2019, 18:32 WIB
Ratusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Undana Kupang, mengikuti seminar dengan mengenakan busana adat KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERERatusan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Undana Kupang, mengikuti seminar dengan mengenakan busana adat

Selain itu, kerugian ekonomi seperti penurunan perdagangan, beban biaya pengobatan, penurunan wisatawan, serta mengganggu ketentraman manusia.

"Karena itu, perlu adanya tindakan pengendalian dan pemberantasan emerging dan re-emerging," tegasnya.

Baca juga: Vaksinasi untuk Memberantas Rabies

Maria berharap, melalui seminar ini, para mahasiswa lebih memahami tentang strategi untuk menghadapi penyakit tersebut.

"Harapan kami melalui seminar ini juga, mahasiswa lebih mengerti sejak dini dan mendapatkan ilmu dari para pakar yang menjadi narasumber terkait penanganan penyakit infeksi itu,"ujarnya.

Untuk diketahui, wabah rabies terjadi di NTT, khususnya Pulau Flores dan Lembata. Penyakit itu sudah menelan ratusan orang sejak 1997.

Hingga 2019, penularan virus rabies belum berhasil dicegah pemerintah. Bahkan, selama September 2019, tercatat tiga orang meninggal karena digigit anjing rebies.(K57-12).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X