Waspadai Hipertensi, Penyebab Kematian Terbanyak ke-5 di Indonesia

Kompas.com - 20/09/2019, 09:21 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

KOMPAS.com - Hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia. Data tersebut berasal dari Sample Registration System' (SRS) Indonesia pada 2014 yang kemudian dibenarkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada Mei 2019.

Bahkan riset dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja.

Kebanyakan penderitanya tidak menyadari gejala hipertensi, sehingga bisa membahayakan atau berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi kesehatan pada organ-organ dalam tubuh.

Baca juga: Hipertensi, mulai dari Gejala, Penyebab sampai Pengobatan

Ketua Umum Ibadah, dr Tunggul D Ditumpangi, SpDd-KGEH, menyatakan bahwa sakit hipertensi seringkali dianggap sepele tetapi banyak penyakit yang berawal dari hipertensi.

"Banyak yang tidak tahu, sakit kayak gagal ginjal, jantung ataupun stroke itu awalnya karena mereka terkena hipertensi yang tidak dikontrol dengan baik," kata Tunggul.

Dari Riset Kesehatan Dasar (riskesdas) pada tahun 2018, prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1 persen dari populasi usia dewasa. Hal ini menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

Pada hipertensi, yang terjadi yaitu darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular. Lalu dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung termasuk komplikasi lainnya seperti gagal ginjal dan stroke.

Hal tersebut akan berbahaya karena serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik.

Baca juga: Habis Minum Obat Kolesterol dan Hipertensi, Bolehkah Makan Daging Sepuasnya?

Serangan tersebut juga tidak bisa diprediksi. Inilah pentingnya penderita hipertensi mengubah gaya hidup dan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur.

Namun, risiko tinggi terhadap kejadian kardiovaskular meningkat ketika rata-rata pengukuran tekanan darah di rumah pada pagi dan malam hari.

"Makanya banyak orang yang kena serangan jantung itu pagi atau malam hari. Karena tekanan darah pada pagi dan malam itu kondisi lebih tinggi," ujarnya.

Ini sebabnya hipertensi juga kerap disebut silent killer, tanpa disadari bisa menyebabkan kematian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X