Kompas.com - 16/09/2019, 08:14 WIB

KOMPAS.com - Berbeda dari anggapan umum, tidak semua makanan harus dicuci terlebih dahulu jika akan dimasak. Ada yang malah merugikan jika dicuci. Anda tahu yang mana?

Terutama jika bahan makanan dibeli di pasar orang merasa perlu mencucinya sebelum dimasak. Mungkin jika membelinya di supermarket, di mana bahan pangan kerap dikemas rapih di rak-rak penjualan, orang tidak merasa perlu mencucinya. Ternyata bakteri bisa ada di mana-mana.

Selain itu, mencuci bahan pangan malah bisa menyebabkan penyebaran bakteri, bukan membersihkan.

Daging ayam

Berbeda dengan dugaan pada umumnya, daging ayam tidak perlu dicuci. Malah jika dicuci, air menyebabkan bakteri yang terdapat pada ayam lebih mudah menyebar misalnya ke tangan Anda, juga ke tempat mencuci.

Bakteripaling berbahaya pada daging ayam mentah adalah salmonela. Dari tangan atau tempat mencuci, salmonela bisa menyebar ke handuk untuk mengeringkan tangan, atau ke makanan lain.

Baca juga: Keracunan Makanan, dari Penyebab hingga Pengobatannya

Apakah daging ayam sehat bagi tubuh jika tidak dicuci sebelum dimasak? Mengingat bakteri hanya benar-benar mati jika ditempatkan dalam suhu tinggi, sebenarnya disarankan agar daging ayam dididihkan dua kali. Setelah sudah mendidih untuk pertama kali, air dibuang. Kemudian diganti air yang baru dan kemudian dididihkan lagi.

Daging segar lainnya dan ikan

Seperti halnya ayam, daging segar lain seperti daging sapi dianjurkan untuk tidak dicuci sebelum dimasak. Air yang digunakan untuk mencuci malah menyebabkan bakteri menyebar. Selain itu, bakteri pada daging begitu tertanam pada daging, sehingga dicuci berkali-kalipun tidak akan hilang. Yang terbaik adalah memasaknya dengan suhu tinggi.

Dagin ikan juga pada dasarnya sama. Ikan tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Jika dicuci, air yang digunakan membantu penyebaran bakteri. Baik lewat tangan, maupun lewat cipratan air. Satu-satunya cara untuk mematikan bakteri adalah dengan menggunakan suhu tinggi saat memasak.

Daging segar lainnya dan ikan

Seperti halnya ayam, daging segar lain seperti daging sapi dianjurkan untuk tidak dicuci sebelum dimasak. Air yang digunakan untuk mencuci malah menyebabkan bakteri menyebar. Selain itu, bakteri pada daging begitu tertanam pada daging, sehingga dicuci berkali-kalipun tidak akan hilang. Yang terbaik adalah memasaknya dengan suhu tinggi.

Baca juga: Tak Harus Mahal, Ini Tips Makanan Diet Enak dan Murah

Daging ikan juga pada dasarnya sama. Ikan tidak perlu dicuci sebelum dimasak. Jika dicuci, air yang digunakan membantu penyebaran bakteri. Baik lewat tangan, maupun lewat cipratan air. Satu-satunya cara untuk mematikan bakteri adalah dengan menggunakan suhu tinggi saat memasak.

Jamur

Jika jamur dicuci, kelembaban malah menyebabkan jamur lebih cepat busuk. Selain itu, jamur sangat menyerap air. Ibaratnya seperti spons yang digunakan untuk mencuci perkakas di dapur. Sehingga jika dicuci, tekstur jamur yang membuatnya enak disantap, malah hilang. Jika harus dibersihkan, lebih baik dengan cara menggunakan tisu.

Pasta

Apa Anda sudah pernah merasa perlu mencuci pasta sebelum dimasak? Jika pasta dicuci, pati yang menyelubunginya malah hilang, sehingga pasta kurang efektif dalam menyerap bumbu dan saus.

Setelah dimasak, pasta bisa disiram air dingin agar tidak saling menempel. Tetapi dalam hal ini pun, ada yang setuju dan ada yang menentang. Sebagian pencinta pasta menentang sepenuhnya jika pasta disiram air dingin setelah dimasak. Mereka berpendapat itu mengurangi rasa dan kelezatannya.

Baca juga: 7 Tips Makan di Warteg yang Sehat dan Murah buat Anak Kos

Buah dan sayuran yang dimakan dengan kulitnya

Sayuran dan buah yang disantap dengan kulitnya, harus dicuci terlebih dahulu sebelum disantap atau dimasak. Itu juga harus dilakukan walaupun kulitnya tampak bersih dan bersinar. Untuk mencuci hanya perlu air dingin yang mengalir. Itu akan menghilangkan 99% bakteri. Jangan direndam, karena itu malah akan menyebar bakteri.

Buah yang kulitnya tidak dimakan

Ternyata, walaupun kulitnya tidak dimakan, buah tetap harus dicuci. Jika tidak, sebagian besar bakteri akan menyebar ke bagian yang dimakan.

Contohnya buah melon. Kulitnya keras, juga memiliki pori-pori besar, dan jadi tempat di mana mikroba mudah terkumpul. Jika dipotong tanpa dicuci dulu, mikroba akan terbawa pisau, yang mengiris kulit dan memotong bagian dalam buah.

Makanan kalengan

Apa Anda kerap membeli bahan makanan yang dikemas di dalam kaleng? Bagaimana kalau makanan kalengan dibeli di supermarket? Yang jelas, walaupun isinya bersih, kaleng penyimpan makanan bisa penuh dengan bakteri.

Baca juga: Panduan Makan Sehat untuk 9 Penyakit, dari Jantung sampai Diabetes

Jadi sebelum dibuka, kaleng harus dicuci terlebih dahulu, dan dengan sabun. Jika kaleng dibuka tanpa dicuci bakteri pada kaleng dengan mudah bisa pindah ke makanan di dalam kaleng.

Kacang-kacangan

Ini makanan yang disukai banyak orang karena sehat dan lezat. Tetapi kacang segar harus dicuci sebelum disantap. Walaupun kacang sudah dikupas. Karena sebagai konsumen Anda tidak tahu, bagaimana kacang dipanen, disimpan juga ditranspor. Selain itu, berapa banyak orang sudah menyentuhnya.

Lagi pula, mencuci kacang membantu menghilangkan asam fitat yang digunakan untuk memperkuat kacang terhadap serangan hama.

Buah-buahan kering

Ini, bisa jadi, adalah makanan yang paling kotor. Terutama jika dijual di pasar, dalam keadaan terbuka dan berdasarkan beratnya. Cara mencuci yang direkomendasikan adalah dengan air hangat. Tempatkan buah pada mangkuk kemudian diaduk-aduk. Setelah itu tempatkan di kulkas selama beberapa jam. Jika buah sudah mengembang, buang airnya dan segera nikmati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.