India Sudah Sampai Bulan, Akankah Indonesia Menyusul?

Kompas.com - 12/09/2019, 17:33 WIB
Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968 Pemandangan Bumi yang difoto dari permukaan Bulan dalam misi Apollo 8, 1968

KOMPAS.com - Badan antariksa India (ISRO) mengatakan, telah menemukan wahana antariksa yang dikhawatirkan hilang beberapa menit sebelum mendarat di kutub selat bulan akhir pekan lalu.

Disebutkan sebelumnya, wahana penjelajah Chandrayaan-2 telah menemukan pendarat Vikram. Wahana tersebut sudah sampai di permukaan bulan, tapi belum ada komunikasi lebih lanjut.

Dilansir VOA, Sabtu (7/9/2019) Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) mengaku kehilangan kontak dengan pendarat Vikram.

Sesaat sebelum hilang, pendarat Vikram tampak berada di jarak dua kilometer di atas permukaan Kutub Selatan bulan. Padahal, wahana ini dijadwalkan mendarat di Bulan pada Sabtu dini hari.

Jika India sudah sampai bulan dengan wahana antariksa nirawak, kapan Indonesia menyusul?

Baca juga: Sempat Hilang Kontak, Wahana Pendarat India Sampai di Permukaan Bulan

Berkaitan dengan hal tersebut, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN) menyebutkan Indonesia belum di titik menyusul AS, Rusia, China, dan India untuk sampai bulan.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin berkata, dibanding fokus pada peluncuran wahana nirawak ke bulan, Indonesia lebih memilih fokus menangani teknologi satelit.

"Dengan keterbatasan anggaran, Indonesia saat ini masih fokus untuk menguasai teknologi satelit dan roket peluncurannya," kata Thomas kepada Kompas.com, Rabu malam (11/9/2019).

Penguasaan teknologi satelit dan roket peluncur seperti yang disebutkan Thomas merupakan bagian dari teknologi untuk orbit Bumi.

Thomas mengaku, kendala utama untuk bisa sejajar dengan negara-negara yang sudah bisa mencapai bulan adalah keterbatasan anggaran.

"Kendala utama memang keterbatasan anggaran dan jumlah SDM," ungkap dia.

Meski belum bisa aktif berperan dalam eksplorasi antariksa ke luar Bumi karena terpentok anggaran, Thomas mengatakan Indonesia tetap ingin memajukan diri di bidang antariksa.

Hal itu dibuktikan dengan kerja sama antar negara dalam urusan teknologi antariksa.

"Indonesia bermitra dengan RRT (China) dan India untuk pengembangan teknologi antariksa," ungkap Thomas.

Diberitakan Kontan (11/7/2019), salah satu kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dan China di bidang antariksa adalah peluncuran satelit.

Berdasarkan kerja sama tersebut terdapat 5 bentuk kerja sama. Pertama adalah Penelitian dan pembangunan satelit eksperimen untuk tujuan ilmiah, satelit penginderaan jauh, dan satelit komunikasi.

Kedua jasa peluncuran, penjejakan dan pengendalian satelit-satelit termasuk manajemen dan operasi di orbitnya. Ketiga penelitian, pembangunan, penggunaan dan pemanfaatan sistem ruas bumi satelit.

Keempat kerja sama akan mengatur bidang penelitian sains antariksa. Dan kelima bidang yang masuk dalam kerja sama adalah pemanfaatan dan saling berbagi data satelit penginderaan jauh.

Baca juga: LAPAN Resmikan Antena Full Motion Terbesar Indonesia, Ini Fungsinya

Sementara kerjasama LAPAN dengan ISRO sebenarnya sudah terjalin selama 23 tahun di bidang keantariksaan.

Salah satu kerjasama antara Indonesia dan India adalah didirikannya dua stasiun bumi penjejak satelit buatan ISRO di Biak. Dua fasilitas tersebut digunakan untuk meluncurkan satelit LAPAN A1, A2, dan A3.

Beroperasinya satelit Lapan A1-A3 dan manfaatnya menunjukkan kemampuan perekayasa membuat-mengoperasikan satelit teruji. Keterbatasan anggaran dan jumlah SDM tak halangi maju dan menjadikan Indonesia menguasai teknologi satelit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X