Kompas.com - 12/09/2019, 07:05 WIB
DOk. KEMENRISTEKDIKTI/BONI AGUSTA DOK. KEMENRISTEKDIKTI/BONI AGUSTADOk. KEMENRISTEKDIKTI/BONI AGUSTA

KOMPAS.com - Sebelum meninggal pada Rabu (11/9/2019); kondisi presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie sempat disebut membaik dan stabil.

"Keadaan Bapak (BJ Habibie) sudah stabil, membaik, cuma Bapak sangat lemas dan capek," ujar Thareq Kemal Habibie, putra Habibie, dalam konferensi pers di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Selasa (10/9/2019).

Habibie bahkan disebutnya sudah bisa merespons dan diajak bicara.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Arif Rahman ketika menjenguk Habibie pada hari Rabu (11/9/2019). Ketika dijenguk, Habibie sedang tertidur dengan tenang.

"Tadi di ruang kaca, Pak Habibie hanya terlihat kepalanya. Tapi beliau keadaannya tenang dan pada hari ini menurut teman-teman yang kebetulan bisa bicara (dengan Habibie), keadaannya stabil," kata Arif.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal karena Degenerasi Jantung, Apa Maksudnya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejernihan menjelang ajal

Apa yang dialami oleh Habibie sebetulnya bukan sesuatu yang aneh apalagi langka. Setidaknya sudah hampir tiga abad, dunia sains mengetahui bahwa menjelang ajal, seorang pasien kronis bisa saja tiba-tiba membaik kondisinya.

Bahkan, ada banyak kasus di mana pasien tiba-tiba sanggup berdiri atau duduk tegak dan berbicara dengan normal sehingga keluarga pun menjadi optimis bahwa kesehatannya akan pulih. Namun, kemudian pasien meninggal.

Dalam ranah medis, fenomena ini disebut terminal lucidity yang artinya kejernihan menjelang ajal.

Pakar biologi dan kesehatan jiwa, Michael Nahm, mendefinisikan terminal lucidity sebagai “munculnya kejernihan dan ketajaman mental pada pasien yang tak sadarkan diri, mengalami gangguan kejiwaan, atau sangat lemah beberapa saat sebelum ajal menjemput.”

Kejernihan ini, menurut penelitian Nahm dan timnya dalam jurnal Archives of Gerontology and Geriatrics, bisa terjadi beberapa hari, jam atau menit sebelum pasien meninggal dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Peringatan Dini BMKG: Gelombang Tinggi Ekstrem dan Air Pasang Maksimum di Pesisir

Fenomena
Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Banjir Rob di Manado, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak dan Gelombang Tinggi

Banjir Rob di Manado, BMKG Sebut Penyebabnya Air Pasang, Ombak dan Gelombang Tinggi

Fenomena
7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

7 Cara Tumbuhan Mempertahankan Diri

Oh Begitu
WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

WHO: Dampak Pandemi, Kematian akibat Malaria Naik 69.000 pada 2020

Oh Begitu
5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti Secara Ilmiah

5 Manfaat Bermain Video Game yang Terbukti Secara Ilmiah

Oh Begitu
Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Peneliti di China Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Sperma Ikan Salmon

Oh Begitu
5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

5 Hewan yang Bisa Melihat Tanpa Mata

Oh Begitu
Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Viagra Berpotensi Menjadi Obat untuk Penyakit Alzheimer, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Ilmuwan Sebut Vaksin Covid-19 Beda Merek Terbukti Tingkatkan Imunitas

Oh Begitu
Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Studi: Plankton Bantu Terbentuknya Pegunungan di Bumi, Kok Bisa?

Fenomena
Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Epidemiolog Setuju PPKM Level 3 Serentak Dibatalkan, Apa Alasannya?

Kita
[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

[POPULER SAINS] Pandemi Selanjutnya Disebut Lebih Parah dari Covid-19 | Daftar Wilayah Berpotensi Banjir

Oh Begitu
Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Pukul 21.00, Puncak Hujan Meteor Puppid-Velid Hiasi Langit Indonesia

Oh Begitu
Laporan Awal, Varian Omicron 'Lebih Ringan' Dibanding Varian Delta

Laporan Awal, Varian Omicron "Lebih Ringan" Dibanding Varian Delta

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.