Kompas.com - 31/08/2019, 14:06 WIB
Ilustrasi sabu ShutterstockIlustrasi sabu

KOMPAS.com - Dua artis stand up comedy atau komika berinisial RN dan DN ditangkap polisi karena sudah memakai sabu selama tiga bulan. Keduanya menambah daftar panjang para artis yang terbelit oleh zat adiktif tersebut.

Dilansir dari artikel Kompas.com, 31 Agustus 2019, keduanya mengaku ke polisi telah menggunakan sabu untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Namun, benarkah sabu bisa meningkatkan rasa percaya diri? Bagaimana sebenarnya efek sabu pada tubuh?

Dokter Adiksi dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, Hari Nugroho, pernah berkata bahwa kurangnya rasa percaya diri memang bisa menjadi faktor seseorang untuk menggunakan sabu.

Hal ini karena pengguna merasa dapat mengatasi berbagai permasalahan mereka dengan lebih baik jika mengonsumsi sabu terlebih dahulu.

Baca juga: Nunung Akui Pakai Sabu untuk Stamina, Apa Kata Dokter?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya, sabu atau metafetamin yang berbentuk kristal memang bisa memengaruhi kinerja otak. Zat ini merangsang pengeluaran dopamine dan memblokir transporter re-uptake antar sel saraf.

Hasilnya, dopamin yang beredar dalam tubuh meningkat hingga ribuan kali di atas batas normal.

Untuk diketahui, dopamin atau hormon bahagia merupakan hormon yang dikeluarkan tubuh saat melakukan hobi, aktivitas seksual, makan dan hal-hal yang menyenangkan lainnya. Hormon ini juga terlibat dalam sistem penghargaan, motivasi, memori dan atensi.

Pada jangka pendek, sabu membuat penggunanya merasa lebih segar karena sifat stimulan yang dikandungnya.

Aktifitas fisik, tekanan darah, denyut jantung, suhu badan dan kecepatan napasnya meningkat; sedangkan nafsu makannya berkurang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X