Nunung dalam Kasus Narkoba, Begini Sejarah Pemakaian Sabu dan Efeknya

Kompas.com - 20/07/2019, 10:25 WIB
Komedian Tri Retno Prayudati atau biasa dikenal dengan nama Nunung ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkotika. Dokumentasi Polda Metro JayaKomedian Tri Retno Prayudati atau biasa dikenal dengan nama Nunung ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkotika.

KOMPAS.com - Tri Retno Prayudati alias Nunung dan suaminya July Jan Sambiran ditangkap karena memiliki dan  positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Dalam siaran pers Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jeal Calvijn Simanjuntak mengungkap, Nunung dan suami menggunakan sabu dalam lima bulan terakhir untuk penambah stamina saat bekerja.

Sabu-sabu atau dikenal dengan nama metamfetamina, disingkat met memang dapat meningkatkan daya tahan tubuh untuk jangka pendek. Namun pemakaian dalam jangka panjang lain cerita, obat obat psikostimulan atau simpatomimetik yang sangat adiktif dan mirip amfetamin ini dapat mengganggu kesehatan fisik juga mental.

Baca juga: 7 Fakta Penangkapan Nunung Terkait Kasus Narkoba

Dalam dunia medis, obat ini digunakan untuk kasus gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi.

Namun, sabu sering disalahgunakan sebagai narkotika dalam bentuk kristal met alias metamfetamina berbentuk kristal atau serbuk yang dapat diisap melalui pipa atau sedotan.

Sabu dapat meningkatkan kadar dopamin dan norepinefrin yang terjadi selama alami di otak. Melansir Medical News Today, efek sabu bisa lebih dari kokain.

Merunut sejarah, sabu mulai ditemukan dan digunakan pada akhir abad ke-19. Saat itu obat ini  digunakan untuk mengobati hidung mampat dan stimulator pernapasan.

Selama Perang Dunia II, metamfetamin digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan suasa hati, juga membantu tetap waspada.

Baru dalam beberapa dekade sabu diketahui dapat menimbulkan kecanduan dan berbahaya. Pada 1970-an, sabu-sabu terdaftar sebagai zat terkontrol II. Artinya, metamfetamin ilegal tanpa resep dokter dan hanya digunakan dalam kondisi medis tertentu.

Baca juga: Yang Terjadi pada Otak jika Konsumsi Sabu

Meski efek jangka pendek dapat meningkatkan stamina, tapi bila obat ini dipakai terut menerus akan ada dampak serius pada fisik dan mental pemakai.

Berikut beberapa efek jangka panjang metamfetamin:

  • Metamfetamin bersifat neurotoksik dan dapat merusak neuron dopamin dan serotonin di otak.
  • Kebanyakan metamfetamin terbuat secara ilegal dan mengandung kafein, bedak, dan zat beracun lain.
  • Studi menunjukkan, sabu dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional di otak yang terkait dengan emosi dan memori.
  • Toksisitas meningkat ketika digunakan dengan alkohol, kokain atau opiat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X