Ibu Kota Pindah, Pakar Geologi UGM Sebut 2 Hal yang Wajib Diperhatikan

Kompas.com - 27/08/2019, 13:47 WIB
Presiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo berjalan seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Presiden Jokowi secara resmi mengumumkan keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah menetapkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru yang akan menggantikan DKI Jakarta pada Senin (26/8/2019).

Dua kabupaten di Kalimantan Timur bakal menjadi lokasi ibu kota baru, yakni sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian di Kabupaten Penajam Passer Utara.

Lantas, apa yang perlu dan wajib diperhatikan terkait pemindahan ibu kota dari sisi dan kondisi geologis?

Menjawab pertanyaan ini Kompas.com menghubungi pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Wahyu Wilopo.

Baca juga: Kalau Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Mungkinkah Hutannya Menghijau?

Wahyu mengatakan, saat pemerintah ingin mengembangkan wilayah entah untuk ibu kota dan lainnya, ada dua hal yang perlu diperhatikan dari sisi geologis.

Pertama adalah sesumber. Ini merupakan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk proses pembangunan dan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Kedua adalah tentang ancaman bencana.

"Jadi ada dua hal penting. Tidak ada artinya jika kita membangun (kota) di situ, tapi mengabaikan kedua hal ini," kata Wahyu kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (27/8/2019).

Wahyu menjelaskan, jika tidak ada aspek sesumber di suatu wilayah tapi tetap nekat dilakukan pembangunan, maka bukan tidak mungkin harus ada biaya yang dikeluarkan lebih untuk mengirim barang dari luar daerah.

Sementara itu, aspek ancaman bencana juga perlu diperhatikan.

Menurut Wahyu, saat kita tahu potensi dan ancaman bencana di suatu wilayah maka hal ini dapat menjadi pembelajaran ke depan, harus membangun gedung perkantoran seperti apa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X