Kompas.com - 23/08/2019, 19:00 WIB
Ilustrasi sakit kepala SHUTTERSTOCKIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik.

Idealnya, sumber makanan menyediakan sejumlah energi yang bisa langsung digunakan maupun disimpan terlebih dahulu oleh tubuh.

Ketika Anda belum makan sama sekali, atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, otomatis persediaan dan cadangan energi di dalam tubuh menurun.

Kondisi ini tentu akan membuat kadar gula darah menurun. Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi dari berbagai sel-sel tubuh.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Apa Yang Terjadi saat Kita Menangis?

Jika kadar gula atau glukosa darah ini merosot sampai di bawah 70 mg/dL, artinya Anda mengalami hipoglikemia.

Hal ini membuat otak otomatis melepaskan hormon, karena merasa persediaan gula darah dan energi di dalam tubuh sudah mulai menipis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak cuma menjadi tanda lapar, munculnya hormon ini membuat tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, hingga membuat otot menegang.

Semua kondisi tersebut yang akhirnya menyebabkan rasa sakit kepala muncul saat sedang lapar.

Maka itu, sebaiknya jangan sampai Anda telat makan atau bahkan tidak mengisi perut sama sekali.

Kebiasaan tersebut akan menyebabkan hipoglikemia dan akhirnya sakit kepala pun menyerang.

Tanpa sadar, hal tersebut juga dapat memicu sakit kepala kambuh kembali saat sedang lapar. Bahkan, kelaparan terkadang bisa membuat sebagian orang mengalami migrain.

Gejala lain

Kelaparan bukan hanya menimbulkan sakit kepala saja, tapi juga bisa membuat Anda mengalami berbagai gejala lainnya. Berikut di antaranya:

  • Merasa kepala seolah diikat kencang oleh tali
  • Merasa adanya tekanan di dahi atau sisi kepala
  • Mengalami ketegangan di leher dan bahu
  • Mudah marah
  • Tubuh lemas

Jika penurunan kadar gula darah ini tidak kunjung kembali ke tingkat normalnya, gejala dapat berkembang semakin memburuk. Selain sakit kepala, penurunan kadar gula darah saat lapar juga mengembangkan gejala seperti:

  • Tubuh merasa dingin
  • Sakit perut
  • Sulit menyeimbangkan tubuh
  • Pingsan

Berbagai gejala tersebut biasanya tidak datang dalam satu waktu secara bersamaan. Mula-mula, sakit kepala akan muncul terlebih dahulu saat sedang lapar, yang kemudian baru diikuti oleh gejala lainnya.

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan sakit kepala karena perut belum mendapat asupan makanan hanyalah dengan makan.

Setelah tubuh mendapatkan asupan makanan, biasanya gejala-gejala tersebut pun akan berangsur-angsur menghilang sekitar 30 menit kemudian.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kulit Punya Aliran Listrik yang Bikin Tersetrum

Pencegahan sakit kepala karena lapar

Berbeda dengan jenis sakit kepala lainnya, sakit kepala saat lapar ini jauh lebih mudah dicegah.

Anda hanya perlu makan tepat waktu, dan jangan coba-coba untuk menunda makan karena alasan apa pun.

Jika perlu, usahakan untuk selalu menyediakan camilan maupun makanan dalam porsi sedikit sebagai pengganjal perut sementara.

Jadi, ketika di jam makan Anda masih disibukkan oleh aktivitas lain sehingga belum sempat makan, camilan tersebut bisa sedikit membantu.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

[POPULER SAINS] Kata Epidemiolog Soal Tempat Wisata Ramai | Asteroid 2021 PH27 Punya Periode Orbit Tercepat di Tata Surya

Oh Begitu
Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Menkes Budi Gunadi Sebut WhatsApp Mudahkan Komunikasi Selama Pandemi, Termasuk Telemedicine

Oh Begitu
Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Mengapa Asteroid 2021 PH27 Memiliki Periode Orbit Tercepat di Tata Surya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Peristiwa Likuifaksi dan Karakteristik Tanah yang Terkena

Fenomena
Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Ilmu Gerontologi, Definisi, Tujuan, dan Perbedaannya dengan Geriatri

Oh Begitu
Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Mengenal Asteroid 2021 PH27, Asteroid yang Baru Ditemukan Agustus Lalu

Fenomena
Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Spesies Baru Cecak Jarilengkung Hamidyi Ditemukan di Pulau Kalimantan

Fenomena
Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Orang Kidal Lebih Pintar, Benarkah?

Oh Begitu
5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

5 Penyakit yang Mengganggu Sistem Pencernaan

Kita
Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Sekolah Tatap Muka di Indonesia Didesak Segera Dibuka, Ini Saran Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

7 Obat Herbal Amandel, Salah Satunya Bawang Putih

Oh Begitu
Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Penyakit yang Sering Terjadi pada Rangka Tubuh Manusia

Kita
Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Reboisasi Pesisir, Selamatkan Terumbu Karang dari Kerusakan

Oh Begitu
WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

WHO dan UNICEF Desak Indonesia Membuka Sekolah Tatap Muka, Ini Kata Pakar Epidemiologi

Oh Begitu
Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Jangan Lewatkan Full Harvest Moon di Langit Indonesia Malam Ini

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.