Kompas.com - 15/08/2019, 21:21 WIB
Ilustrasi hipertensi. thinkstockphotosIlustrasi hipertensi.

Jika dilakukan setiap hari, maka dampaknya akan berbahaya bagi kesehatan orang tersebut dan lebih berisiko terkena hipertensi.

Penelitian ini juga melibatkan sebanyak 60 orang lansia dengan sebagian besar adalah perempuan yang tidak memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tingi.

Mereka semua diminta untuk minum susu kedelai dari kaleng atau botol kaca selama tiga kali seminggu.

Susu kedelai dipilih karena diketahui tidak mempunyai sifat yang bisa meningkatkan tekanan darah.

Hal ini berbeda dengan soda, jus buah, dan minuman asam lainnya yang mempunyai sifat mampu menyerap BPA dari wadah plastik.

Oleh karena itu, susu kedelai dianggap cukup netral.

Hasilnya, dalam dua jam, kadar BPA pada urine mereka yang minum dari botol kaca relatif rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, urine pada orang yang minum dari kaleng, tingkat BPA-nya naik hingga 16 kali lebih tinggi.

Soal BPA

BPA sendiri sudah digunakan sejak tahun 1960-an yang berguna untuk membuat produk-produk yang digunakan sehari-hari.

Produk tersebut antara lain botol plastik, wadah makanan, lensa kontak, cangkir, hingga botol bayi.

Halaman:


Sumber Live Science,
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.