Rentetan Lindu Terjadi di Zona Subduksi sejak Awal Agustus, Ada Apa?

Kompas.com - 13/08/2019, 06:05 WIB
Ilustrasi gempaShutterstock Ilustrasi gempa

Klaster mencolok terkait adanya peningkatan aktivitas seismik itu terjadi di tiga wilayah, yakni:

  • Zona selatan Bali dan Banyuwangi
  • Zona Cilacap dan Pangandaran
  • Zona Selat Sunda 

Daryono mengatakan, BMKG akan terus memonitor aktivitas seismik yang terjadi, khususnya di 3 zona diduga aktif tersebut, dan hasilnya akan segera diinformasikan kepada masyarakat.

Memahami karakteristik gempa pendahuluan

"Jika kita mencermati peristiwa gempa besar di seluruh dunia, memang dapat diamati gempa pendahuluannya," kata dia.

Fakta ini dapat kita lihat sebelum peristiwa gempa Aceh 2004, gempa Tohuku 2011, dan gempa Chile 2014. Semua gempa besar ini didahului oleh serangkaian gempa pendahuluan.

Penjelasan terkait gempa pendahuluan tampaknya diperlukan agar tidak terus menjadi tanda tanya yang menggelayuti masyarakat.

Dari beberapa hasil kajian, kita juga dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik aktivitas gempa pendahuluan.

Pertama, gempa pendahuluan biasanya terjadi di zona dengan nilai “B-value” rendah.

Nilai “B-value” rendah artinya zona itu masih menyimpan tegangan tinggi, yang berpotensi terjadi gempa besar.

Kedua, di zona tersebut ada fenomena migrasi percepatan titik hiposenter yang semakin cepat menuju titik inisiasi lokasi estimasi gempa utama.

Selain itu, juga teridentifikasi adanya repeating earthquakes. Cirinya gempa ini berulang-ulang dan terjadi di segmen tersebut.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X