Kompas.com - 30/07/2019, 18:06 WIB

Organel sel bernama mitokondria pada hati bertugas untuk mengubah FFA menjadi keton, senyawa yang diandalkan sebagai bahan bakar energi dalam diet keto.

Ditulis oleh Dhillon dan Gupta dalam publikasinya di situs National Centre of Bioinformatics (NCBI), proses biokimawi pembuatan senyawa keton diawali oleh enzim lipase yang mengurai cadangan lemak menjadi FFA sebagai respons biologis dari menurunnya hormon insulin.

Hal ini mengaktifkan serangkaian enzim lainnya untuk memulai proses oksidasi FFA oleh mitokondria pada hati yang disebut ketogenesis.

Ada dua jenis senyawa keton yang terbentuk, yaitu asetoasetat dan beta hidroksibutirat (BHB). Asetoasetat dapat dikonversikan secara langsung untuk membentuk senyawa asetil-KoA, sedangkan BHB akan diekspor menuju jaringan di luar hati sebelum kembali diubah menjadi asetoasetat dan pada akhirnya asetil-KoA.

Seperti yang telah dibahas dalam artikel Kompas.com, 8 Juli 2019, mengenai nasi putih, asetil KoA adalah bahan bakar utama dari siklus Krebs (Kreb's cycle), siklus dengan produk akhir Adenosin Trifosfat (ATP) yang merupakan bentuk energi yang digunakan di dalam sel.

Baca juga: Sains Diet, Benarkah Tidak Makan Nasi Bikin Cepat Langsing?

Perbedaannya, siklus Krebs yang berbahan baku FFA sebagai pemicunya hanya menghasilkan 22 ATP per gugus keton, sedangkan siklus Krebs yang dipicu karbohidrat dapat menghasilkan 30-38 ATP per gugus karbohidrat.

Hal ini karena siklus Krebs berbahan baku keton juga menghasilkan produk sampingan lain, salah satunya aseton. Nah, aseton ini tidak dapat didaur ulang untuk menjadi asetil-KoA atau menambah produksi ATP melalui siklus Krebs. Aseton justru dibuang oleh tubuh melalui urin atau pernapasan.

Konsentrasi aseton dalam urin ini pun menjadi salah satu tolok ukur apakah seseorang telah melakukan diet keto dengan benar atau tidak. Sebab, dengan adanya aseton dalam urin, berarti tubuh telah sukses menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Beberapa makanan yang dianjurkan untuk mempercepat ketogenesis, menurut artikel Healthline, 30 Juli 2018 adalah sebagai berikut :

  • Daging, termasuk daging merah, ham, sosis, ayam, dan kalkun
  • Ikan laut, seperti salmon, tuna, dan sarden
  • Telur
  • Keju yang belum diproses, seperti mozarella, cheddar, gorgonzola
  • Kacang-kacangan
  • Buah alpukat

Baca juga: Manakah yang Paling Sehat: Diet Keto, Mediterania, atau Vegan?

Sebagai nutrisi tambahan lainnya, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi 3.000–4.000 mg sodium, 1.000 mg of kalium dan 300 mg of magnesium per harinya, serta minum air yang cukup untuk meminimalisir efek samping dari diet keto ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.